Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, gelar festival talempong pacik dan panen karya, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Bukittinggi.
Kegiatan “Sikolah Bukittinggi Baralek Gadang” itu, digelar di bawah Gerbang Budaya Adaik Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) Simpang Kangkuang, Kamis (22/06).
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengapresiasi festival talempong pacik dan panen karya, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Bukittinggi ini. Dimana, dalam visi dan misinya, Wako mengupayakan bagaimana mengenalkan budaya Minangkabau kepada generasi penerus sejak dini.

“Kami mohon maaf pada orang tua, karena agak sedikit memaksakan kepada anak kita untuk menambah muatan lokal. Tapi, ini kita lakukan untuk menanamkan kepada mereka implementasi ABS-SBK, yang bisa menjadi dasar untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.
Wako juga mengatakan, dengan festival ini, menjadi bukti bahwa Bukittinggi semakin siap menjadi kota pariwisata. Semua ekosistem wisata sudah siap menerima kunjungan wisatawan.
“Mulai dari pelajar sudah dinyatakan siap menerima kunjungan wisatawan, yang siap menjadi bagian kontribusi promosi pariwisata Bukittinggi. Ini akan kita jadikan kegiatan rutin dalam kalender event tahunan kita mulai tahun depan,” ungkap Wako.
Sekretaris Disdikbud Bukittinggi, Jeki, menjelaskan, festival talempong pacik dan panen karya, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pelajar SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Bukittinggi dan digitalisasi pendidikan ini, merupakan wujud nyata dari visi menciptakan Bukittinggi Hebat berlandaskan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah.
Dimana,kali ini diimplementasikan dalam bentuk penampilan pelajar memainkan alat musik tradisional Minangkabau.
“680 orang pelajar seluruh Kota Bukittinggi di bawah bimbingan ISI Padang Panjang, berhasil menampilkan kebolehan mereka memainkan talempong pacik dan alat musik tradisional Minangkabau lainnya. Selanjutnya, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan implementasi dari kurikulum merdeka. Kami komitmen mengubah pelajar secara mandiri, pelajar diberikan kebebasan dalam belajar untuk mewarisi nilai nilai pancasila. Sementara itu digitalisasi pendidikan, kita lakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, khususnya bidang pendidikan,” jelasnya.
Sikolah Baralek Gadang ini, menjadi magnet warga Bukittinggi. Ribuan warga menyaksikan kebolehan pelajar SD dan SMP se Kota Bukittinggi yang dilatih selama satu bulan terakhir. Selain itu, juga disediakan 10 ribu lapek bugih hasil olahan pelajar se Kota Bukittinggi.
(Harmen)
