Lubukbasung, kaba12.com — Semangat kebersamaan dan rasa badunsanak warga Lapau Talang, Nagari Lubukbasung sangat tinggi. Tidak hanya dalam kegiatan sosial, tapi berbagai kegiatan personal masyarakat, juga menjadi bagian perhatian bersama warga setempat.
Seperti halnya Minggu,(21/3), ratusan warga Simpan IV Lapau Talang, gelar gotong royong akbar membangun pondasi salah satu rumah warga setempat. Kegiatan goro akbar itu mendapat perhatian luas masyarakat Lubukbasung, karena hal ini menjadi salah satu kebanggaan.

Goro massal yang menghadirkan ratusan warga di wilayah itu, menjadi salah satu pemandangan mengharukan, pasalnya perhatian dan kepedulian warga serta kuatnya jalinan silaturrahmi antar masyarakat sangat luar biasa.
Menurut Taufik Wahyudi, sekretaris kabinet syariah Lubukbasung dan Ridwan Tanjung, ketua RK Simpang IV Lapau Talang yang memandu kegiatan goro akbar masyarakat membangun pondasi rumah mili Emi Bacau itu, kegiatan bersama masyarakat tersebut menjadi salah satu kekuatan kebersamaan yang selama ini dipupuk oleh warga setempat.
Tidak hanya kegiatan goro seperti ini, sebut Taufik Wahyudi, juga berbagai kegiatan lain, selama ini selaku dipupuk dan dikawal berbagai tokoh-tokoh masyarakat setempat, “ tujuannya, untuk kebersamaan dan silaturrahmi, “ungkapnya.
Goro akbar yang digelar warga Simpang IV Lapau Talang itu, juga mendapat perhatian khusus Kadinas DPMN Agam H.Tedy Martha yang mengaku salut dan bangga atas kuatnya jalinan kebersamaan masyarakat setempat, “ ini luar biasa, hal ini harus terus dijaga dan dipelihara, karena akan menjadi kekuatan kebersamaan dalam masyarakat, “sebutnya.

Teddy Martha memujikan kawasan Simpang IV Lapau Talang, yang selalu kebersamaan dan silaturrahmi, bahkan diharapkan kegiatan seperti itu harus terus dilakukan dan ditingkatkan.
Goro akbar yang melibatkan berbagai komponen masyarakat, tidak hanya kerabat dekat dan masyarakat setempat, tapi juga berbagai tokoh masyarakat Lubukbasung, yang mengaku salut akan tradisi goro yang masih kuat dipegang masyarakat Lubukbasung hingga kini.
HARMEN
