Lubukbasung, kaba12.com — Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, mencatat produksi ikan air tawar di kabupaten Agam turun sebanyak 3.679 ton dari 50.489 ton pada 2017 menjadi 46.810 ton 2018.
Hal tersebut diugkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Rabu (9/1).
Dikatakan, poduksi ikan air tawar itu turun sekitar delapan parsen.
“Pada 2017, produksi ikan juga turun dari 55.113 ton pada 2016 menjadi 50.489 ton pada 2017. Produksi ikan air tawar ini turun sebesar 4.633 ton atau sekitar 15 persen,”jelasnya.
Disamping itu, turunnya produksi ikan juga diakibatkan oleh keramba jaring apung di Danau Maninjau yang tidak banyak beroperasi akibat air danau vulkanik itu tercemar berat, sehingga ikan milik petani mati secara mendadak setelah kadar oksigen di dasar danau berkurang.
“Dengan kondisi ini sejumlah petani tidak melakukan budidaya ikan semenjak 2017-2018,” katanya.
Pada 2019, DPKP Agam menargetkan produksi ikan sebanyak 50.000 ton dan target ini berkurang dari target 2018 karena pada tahun lalu target produksi ikan 56.000 ton.
Agar target ini tercapai, tambahnya, menambah lokasi mina padi seluas lima hektare, menambah kolam terpal 11 hektare.
Selain itu, pembenahan kolam air deras di lahan seluas 20 hektare, mencetak kolam baru lima hektare dan lainnya.
“Ini program kita pada tahun ini dalam mencapai target produksi ikan air tawar, karena Danau Maninjau dalam kondisi tercemar berat, sedangkan danau merupakan penghasil terbanyak ikan air tawar,” tuturnya.
(Virgo/*)
