Rumah Tenun Terbesar di Indonesia Diresmikan Ny. Mufidah JK

Lintau, KABA12.com — Sentra Tenun Kriya Lintau yang berlokasi di Nagari Tigojangko Kecamatan Lintaubuo Kabupaten Tanahdatar, Selasa (08/05) secara langsung diresmikan pemakaiannya Ketua Dekranas Indonesia Ny. Mufidah Jusuf Kalla. Pusat kerajinan tenun yang dibangun dari DAK Kementerian Perindustrian dan PUPR RI tahun 2017 tersebut didapok sebagai rumah tenun terbesar di Indonesia.

“Sebagai sentra tenun terbesar di Indonesia diharapkan ini bisa menjadi pemicu dan berkembangnya seni tenun dari seluruh daerah di negara Indonesia kita ini,” ujar isteri Wakil Presiden RI, Mufidah Jusuf Kalla sebelum menandatangani prasasti Sentra Tenun Kriya Lintau yang disksikan Wagub Sumbar Nasrul Abit, Bupati Tanahdatar Irdinansyah, Ketua Dekranasda Tanahdatar Emi Irdinasyah beserta beserta pejabat teras dari Kementerian PUPR dan Pendidikan Republik Indonesia.

Mufidah mengatakan, tenun Indonesia sangat potensial, dengan corak dan warna yang khas hingga dikenal dimanca negara.

“Indonesia luarbiasa potensinya dengan corak dan warna yang khas hingga dikenal keluar negeri. Namun disayangkan, populasi para pengrajin yang semain berkurang dan para generasi muda yang diharapkan dapat mewaruskan kebudayaan ini lebih tertarik bekerja diluar yang masih belum tentu terjamin penghasilannya,” sebutnya.

Dilatarbelakangi hal itu dan dengan tekad untuk mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah Minangkabau serta membangun kampung halaman, puteri Lintau Tanahdatar itu mendirikan Sentra Tenun tersebut.

“Tenun kreatif penuh estetikan dan nilai, sama halnya dengan kebudayaan lainnya. Hari ini sangat bersejarah karena ini momentum bagi seni kriya kita. Semoga apa yang kita citakan mendirikan sentra tenun ini terwujud,” harap Mufidah.

Harapan yang sama juga diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Dikatakan mantan Bupati Pesisir Selatan itu, sentra tenun ini dapat dimanfaatkan bagi generasi muda Minagkabau khususnya perempuan untuk meningkatkan skill dan potensi diri.

“Pengabdian Ibu Mufidah bukan hannya sekedar tinjau meninjau tapi ini buktinya pembangunan sentra tenun. Ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak yang putus sekolah yang tidak melanjutkan sekolah khusus wanita tidak hanya di Sumbar tapi juga terbuka bagi daerah lainnya,” ungkap Wagub.

Disebutkan pangsa dari pemasaran songket dan tenun targetnya bukan lagi Kota Bukittinggi semata tapi juga luar negeri, “hari ini pedagang Malaysia tiga kali bolak balik untuk pasaran tenun ini, target kita tahun deapan lima kali orang luar negeri itu bolak balik Indonesia membeli hasil tenun kita, apalagi tenun lintau cirikhas dengan pewarna alaminya pertahankan itu,” ulasnya.

Sebelumnya, Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi memberikan apresiasi yng tinggi kepada pemerintahan dan masyarakat nagari Lintau karena telah membantu untuk penyediaan lahan lokasi pembangunan sentra tenun ini. Serta juga apresiasi pada Kementerian yang telah membantu memberikan anggaran untuk pembangunan, “dan yang tidak kalah penting apresiasi yang tinggi pada Ibu Mufidah Jusuf Kalla yang dengan ide pemikirannya menggasa pendirian sentra tenun ini,” ungkap Bupati.

Dikatakan, sentra industri tenun tersebut dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Satu unit gesung untuk pelatihan dan satu unit gedung berlantai tiga yang difungsikan sebagai rusunawa.

“Untuk rusunawa memiliki tiga lantai, dengan jumlah kamar sebanyak 35 unit yang terdiri dari lantai satu 9 unit, lantai dua 13 unit dan lantai tiga 13 unit. Jadi jika peserta pelatihan berasal dari luar daerah kita fasilitasi dengan rusunawa,” ujarnya.

Bupati Tanahdatar itu berharap dengan adanya rumah tenun tersebut bisa diberdayakan masyarakat sebagai pusat pelatihan mengasah kemampuan dalam membuat tenun, “tidak hanya tenun kita berharap dipusat pelatihan ini nantinya juga dihasilkan kerajinan kriya lainnya yang dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” harapnya.

(Jaswit)

0Shares