Maninjau, kaba12.com — Menyikapi ratusan ton ikan yang mati di danau Maninjau, beberapa OPD terkait Pemkab.Agam sudah bergerak ke lapangan untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk, termasuk ancaman pencemaran danau dan bau busuk menyengat.
Saat ini, upaya penanganan masih belum dilakukan, karena yang banyak mati justru ikan dalam keramba jaring apung (KJA), sementara di permukaan danau (ikan dalam danau) banyak yang sekarat dan mengapung (masih maangai), karena jika dilakukan proses evakuasi, akan berdampak pada ikan yang ada di luar KJA.
Sementara upaya antisipasi dampak yang dilakukan saat ini, jajaran Pemkab.Agam bersama camat Tanjung Raya dan walinagari Sungai Batang, sudah mensosialisasikan pada warga, khususnya pengelola KJA untuk tidak membuang bangkai-bangkai ikan ke dalam danau, dan segera melakukan evakuasi ikan-ikan yang masih hidup ke lokasi penampungan yang lebih aman di wilayah daratan.

Menurut Arief Restu, kepala DLH Agam yang bersama camat Tanjung Raya Roza Syefridianti turun ke Tapian Tampuniak, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, yang saat ini terdampak cukup parah akibat keracunan di danau Maninjau, dimana diperkirakan 45 ton ikan mati dari 124 petak KJA milik 27 pembudidaya.
“ Kita memantau ke lapangan dan mensosialisasikan pada para pengelola KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau, untuk mengantisipasi pencemaran dan dampak lingkungan, “ sebutnya.
Sejauh ini, ulas Arief Restu pihaknya masih belum bisa melakukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut, karena kondisi di lapangan, termasuk ikan-ikan di luar KJA banyak yang mengapung di permukaan danau dalam kondisi sekarat.
Ditambahkan, saat ini para pengelola dan pemilik KJA, sudah banyak yang bergerak di lapangan terutama mengevakuasi ikan-ikan yang masih hidup dan sekarat dalam KJA, sehingga masih bisa dimanfaatkan dengan memindahkan ikan-ikan tersebut ke kolam penampungan di daratan.
Panen Akbar
Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, dampak kematian ikan KJA dan di permukaan danau Maninjau, Jumat, (18/11), ratusan warga dari berbagai tempat, panen akbar ikan-ikan yang mengapung di permukaan danau tersebut.

Mayoritas ikan yang berhasil dipanen, terutama yang masih sekarat (maangai) di permukaan danau, sehingga masih bisa dimanfaatkan dan untuk dikonsumsi.
“ Banyak ikan yang mengapung, kita sengaja ke Sungai Batang untuk mendapatkan ikan-ikan yang masih segar, walau kondisinya sekarat, tapi masih hidup, masih bisa dimakan, “ ungkap Syafrizal, warga Lubukbasung kepada kaba12.com.
HARMEN
