Bukittinggi, KABA12.com — Dharma Wanita Persatuan Kota Bukittinggi kembali mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan pada Rabu (24/04) yang berlangsung di Hall Balaikota Bukittinggi itu menghadirkan narsumber Kepala Dinas Sosial Ibu Ellya Makmur dengan judul peran Ibu dalam dunia sosial anak.
Ellya Makmur dalam materinya memaparkan perkembangan karakter anak berasal dari didikan orang tua. Semua itu dimulai sejak anak masih di dalam kandungan. Anak usia dini, punya bakat meniru dan punya daya imajinasi tinggi. Jangan salahkan anak saat mulai besar meniru apa yang dia dapat dari sikap orang tua.
“Ibu sebagai perantara lahirnya manusia yang mengandung, melahirkan, mendidik dan memelihara anak, harus punya target sistematis, mau dibawa kemana anak kita, jaminan mutu anak kita seperti apa,” ungkapnya.
Ellya melanjutkan, ditangan ibu keajaiban otak seorang anak. Saat mengandung harus dicukupkan gizi agar otak anak berkembang sempurna. Dalam mendidik, ada peran yang penting dalam perkembangan 3 macam otak anak, di batang otak (inti hitam) untuk bertahan, di Limbik (lapisan merah) untuk emosi dan di KOrteks (lapisan biru) untuk tempat berpikir logis. Di tree in one itulah kita menjaga magnet perkembangan otak anak dengan pembagian peran antara ayah ibu dan lingkungan.
“Bagaimana kita merawat anak? Ganti file negatif menjadi positif. Beri motivasi untuk mengubah pikiran negatif anak menjadi karakter positif. Sehingga anak memiliki jiwa positif dan berkembang sempurna,” paparnya.
Sebagai wanita mempunyai multi fungsi, sebagai ibu, istri, wanita karir dan sosial kemasyarakatan. Sebagai wanita karir, jangan lewatkan saat-saat indah bersama si kecil walaupun sebentar, agar ikatan batin antara ibu dan anak tetap terjaga. Luangkanlah waktu untuk melakukan komunikasi dengan anak dan orang rumah, baik chatting lewat internet maupun ngobrol via ponsel. Buatlah skala prioritas dan kerjakanlah hal-hal yang paling penting terlebih dahulu. Manfaat waktu dengan efisien dan hindari berbagai aktifitas yang tidak penting. Manfaatkanlah sisa waktu untuk keluarga.
Menjadi seorang ibu harus punya 10 karakter, tahan banting, fleksibel, pemberani, kompeten dan berprestasi, genderless mind, memiliki kualitas androgini, memahami karakter pasangan, mengerti kultur keluarga dan organisasi, enjoy segala sesuatu dan pandai menikmati hidup.
Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Kota Bukittinggi Ny. Muchlisah Yuen Karnova, mengatakan, ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi Dharma Wanita terutama sebagai seorang istri dan ibu. Semoga dapat pedomani dan amalkan bagi kehidupan kedepan.
Selain itu, karena akan memasuki bulan Ramadhan, Ny. Muchlisah mengajak semua anggota Dharma Wanita untuk saling memaafkan, saling memperkuat iman, saling menjaga kedamaian, apalagi setelah pesta demokrasi pemilu.
“Semoga Allah melindungi kita semua dari marabahaya dan memberikan kita kekuatan dan keikhlasan dalam menjalani Ramadhan 1440 Hijriyah nanti. Mohon maaf lahir dan batin,” tegasnya.
(Ophik)
