Lubukbasung, KABA12.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Barat bersama tim Geologi Universitas Andalas tengah melalukan riset terkait pembangunan jalan Kelok 44 khususnya kelok 10 yang rusak akibat longsor yang terjadi Minggu (26/7) lalu.
Menurut Kepala Bidang Bina Marga PUTR Agam, Hermon Triyoga, Rabu (29/7), Kelok 44 menjadi jalan utama yang dilewati kendaraan bermuatan berat, pengerjaan pembangunan jalan harus melewati perencanaan matang. Selain itu kondisi kerusakan cukup besar, pembuatan jembatan darurat juga menemui kendala.
“Hari ini dinas dari provinsi bersama tim geologi Unand direncanakan akan ke lokasi, guna melakukan riset pembangunan jalan di Kelok 10,” ujarnya
Dijelaskan, awalnya Dinas PUPR Sumbar hendak memasang jembatan bailey di sana. Namun, setelah dianalisa, tidak ditemukan tempat yang pas untuk pemasangan fondasi jembatan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam sebagai solusi perbaikan jalan.
Mengingat Kelok 44 merupakan jalan sentral penghubung Pasaman Barat- Lubuk Basung menuju Bukittinggi, pengerjaan perbaikan jalan akan disegerakan.
“Untuk kapan pastinya, karena itu jalan provinsi, maka pengerjaan akan dilakukan oleh dinas provinsi. Kita di Agam yang mendampingi,” ujarnya lagi.
(Virgo/*)