Maninjau, kaba12.com — Menjelang pemberlakuan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di era normal baru produktif, Pemerintah Kabupaten Agam melakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (29/7).
Monitoring Tim II yang dipimpin Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, turut didampingi oleh Staf Ahli Bupati Isman Imran, Sekretaris BPBD Agam Hardoni, Kabid Lalin Dishub Agam Wandi, Kabid SLTP Disdikbud Agam Firzal, Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Waka Polsek Iptu Akhiruddin, dan perwakilan OPD lainnya.
Pada kesempatan itu, rombongan monitoring Tim II meninjau kesiapan sekolah untuk kegiatan PBM tatap muka yang akan dilaksanakan, diantaranya SMA N Agam Cendikia, MAN 4 Agam, MTsN 11 Agam, SMK N 1 Tanjung Raya, SMP N 1 Tanjung Raya, SD N 05 Maninjau, dan SMA N 1 Tanjung Raya.

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria menjelaskan, monitoring ini dilakukan guna mengecek secara real pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah yang akan menerapkan proses belajar mengajar tatap muka. Dimana protokol kesehatan itu wajib di terapkan di lingkungan sekolah sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Jadi substansinya adalah warga yang ada di lingkungan sekolah harus membiasakan diri beradaptasi dengan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dengan benar, pengecekan suhu tubuh, rajin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” kata Trinda Farhan Satria.
Dikatakan Wabup Agam, hingga kini sudah banyak permintaan dari orang tua murid dan guru agar penerapan PBM tatap muka secepatnya dilakukan. Namun, Pemkab Agam harus memastikan segala persiapan dan persyaratan sekolah yang akan melaksanakan PBM tatap muka sesuai dengan SOP protokol kesehatan.

“Jika masing-masing sekolah sudah melaksanakan SOP protokol kesehatan dengan benar, maka Insyaallah dalam waktu dekat akan diterapkan PBM tatap muka. Karena kebijakan saat ini daerah yang berstatus zona kuning boleh melakukan PBM tatap muka, namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” terangnya.
Menurutnya, untuk membangun kebiasaan dengan protokol kesehatan ini memang tidak mudah. Namun, itu harus dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona.
“Karena kaidah dasarnya saat ini adalah Saya Selamatkan Anda, Anda Selamatkan Saya,” ulasnya.
Diketahui, setelah peninjauan sekolah yang ada di Kabupaten Agam selesai, Bupati bersama Tim monitoring, dan kepala sekolah akan melakukan rapat terkait hasil monitoring yang telah dilakukan. Dimana dalam rapat tersebut akan memutuskan layak atau tidaknya sekolah untuk memberlakukan PBM secara tatap muka.
(Bryan)
