Lubukbasung, KABA12.com — September 2017 lalu, Pemprov. Sumatera Barat mencanangkan sembilan lokasi”Geopark Ranah Minang”. Dimana tiga diantaranya berada di kabupaten Agam, masing-masing danau Maninjau, Tarusan Kamang Mudiak dan Ngarai Sianok.
Destinasi wisata geologi ini akan dibawa ke dunia Internasional, UNESCO, PBB.
Menindaklanjuti hal itu Pemkab. Agam bentuk tim kerja (pokja) geopark yang diketuai Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto dengan wakil Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Oalahraga Jetson.
Pembentukan Pokja Geopark kabupaten Agam tersebut dilakukan di aula BAPPEDA Agam, Kamis (22/03).
“Sebagai langkah awal kita mulai dengan pembentukan pokja yang akan bertugas merancang dan menyusun program kerja, bagaimana kawasan geopark ini menjadi lebih terarah, terkendali serta menjadi kawasan yang tidak hanya bisa dinikmati sebagai destinasi pariwisata saja tapi juga bisa sebagai sarana edukasi,” sebut Kadisparpora Agam Jetson.
Dijelaskan, geopark merupakan sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.
“Tim kerja akan merumuskan, menggali lebih dalam apasaja kompnen yang ada dikawasan tersebut baik dari sisi geologi, ekologi dan kebudayaan.
Dari program kerja tersebut akan lahir rekomendasi yang akan dikerjakan oleh OPD sesuai dengan fungsinya. Tareget kita akhir tahun anggaran ini rencana keja tersebut telah selesai, jadi bisa diaplikasikan setelah itu,” jelasnya.
Dikatakan Jetson, tim kerja yang telah terbentuk belum ditandatangani secara sah, karena masih akan ada perbaikan dan penambahan personil sesuai dengan kebutuhan tim nantinya. Adapun beberapa bidang yang telah dibentuk tim pakar, komite heritage, ekologi dan komite culture “sementara untuk kawasan Ngarai Sianok yang juga berada sebagian di Kota Bukittinggi, nanti tim kerja langsung bersinergi dengan pokja di Bukittinggi yang difasilitasi tim kerja ranah Minang dari provinsi,” katanya.
Jetson menambahkan, sesuai dengan harapan bupati Agam, tiga kawasan yang diupayakan sebagai geopark tersebut nantinya sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan, karena disamping dapat dinikmati objek wisatanya, masyarakat juga mendapatkan edukasi.
(Jaswit)
