Pemda Tanahdatar Ajak Masyarakat Cegah Campak Dengan Imunisasi Rubella

Tanahdatar, KABA12.com — Pemkab. Tanahdatar mengajak seluruh elemen masyarakat bekerjasama melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya penyakit campak yang disebabkan virus Measlese Rubella (MR).

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bupati Tanah Datar Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Zulkifli SR, saat membuka Sosialisasi Kampanye dan Introduksi Vaksin Measlese Rubella yang diikuti OPD terkait, rumah sakit, organisasi profesi, jajaran puskesmas, MUI, ormas, PKK, Bhayangkari, Persit dan Pers di aula kantor Bupati di Pagaruyung, Senin (23/07).

“Kita bersama perlu mengkampanyekan Imunisasi Measlese Rubella agar terlaksana di Tanahdatar pada bulan Agustus dan Sepetember mendatang sehingga masyarakat kita terlindungi dari ancaman penyakit menular ini,” ucap Zulkifli

Menurutnya, hal itu juga sebagai upaya mewujudkan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara pada tahun 2020, terbebas dari penyakit campak atau MR.

“Penyakit campak yang biasa menyerang anak-anak dan ibu hamil ini, sangat mudah menular melalui batuk dan bersin, jika menyerang ibu hamil akan mengakibatkan abortus (keguguran), kematian dan kecacatan pada bayi. Untuk pencegahan yang efektif salah satunya dengan imunisasi,” sebutnya.

Sepertu dinyatakan melalui fatwa MUI nomor 4/2016 bahwa, imunisasi diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mencegah terjadinya suatu penyakit dan imunisasi sebagai wujud terapi pencegahan penyakit wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci.

“Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram atau najis hukumnya haram dan tidak diperbolehkan kecuali jika digunakan pada kondisi darurat, belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci dan adanya keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal. Jadi tidak perlu lagi mempermasalahkan halal atau haramnya imunisasi, ini tugas bersama semua pihak termasuk tokoh agama, pihak sekolah, orang tua dan masyarakat turut melakukan sosialisasi kesuksesan pelaksanaan imunisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tanahdatar, Edrward mengatakan kampanye Imunisasi Vaksin MR dilaksanakan bulan Agustus di sekolah-sekolah dan September di pos-pos pelayanan imunisasi seperti posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya, yang menyasar lebih kurang 92.000 anak berumur 9 bulan sampai 15 tahun.

“Melalui kegiatan ini diharapkan, informasi kampanye vaksinasi MR tersebar ke seluruh lapisan masyarakat sehingga target 100 persen anak Tanahdatar yang berusia 9 bulan sampai 15 tahun mendapat vaksinasi MR tersebut,” harapnya.

(Jaswit)

0Shares