Lubukbasung, kaba12.com — Musibah yang menimpa Nisa,(9) warga Padang Mardani, Jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, kecamatan Lubukbasung Senin,(17/1) mengundang keprihatinan mendalam kalangan DPRD Agam.
Bahkan beberapa anggota DPRD Agam mengaku berduka dan menyatakan berbelasungkawa atas musibah yang menimpa murid salah satu sekolah dasar di Lubukbasung tersebut, pasalnya kejadiaan tragis yang dialami, menjadi catatan pahit di daerah ini.
Keprihatinan dan pernyataan ikut berbelasungkawa kalangan DPRD Agam itu disampaikan ketua DPRD Agam Dr.Novi Irwan, Joni Putra Dt.Bintaro Hitam dan M.Ater Dt.Manambun, yang mengaku terkejut setelah membaca pemberitaan di media ini, adanya musibah yang menimpa Nisa di Padang Mardani itu.

Tragisnya, Nisa yang bersama kakaknya usai mandi dan bersiap ke sekolah itu, menjadi korban keganasan predator paling berbahaya itu, bahkan korban meninggal dunia setelah sempat diterkam dan dilarikan buaya di aliran sungai Batang Masang itu.
Kejadiannya mengerikan dialami Nisa,(9), murid kelas 3 salah satu sekolah dasar di wilayah itu, yang disambar dan dilarikan buaya di aliran sungai Batang Masang, kawasan Nagari Manggopoh, Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban dilarikan buaya dengan ukuran yang cukup besar itu kea rah hilir sungai, setelah sebelumnya sempat terjadi tarik-menarik dengan kakak korban Mila yang mencoba menyelamatkan adiknya dari mulut buaya.
“ Kita sangat prihatin dan berduka atas musibah itu, ini menjadi catatan pahit yang harus dijadikan pelajaran berharga, “ungkap Novi Irwan dan M.Ater Dt.Manambun berbarengan.
Sementara menurut Joni Putra Dt.Bintaro Hitam yang langsung turun ke lokasi kejadian menyebut duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Padang Mardani itu, bahkan secara khusus, ninik mamak kaum suku Tanjung Manggopoh itu meminta masyarakat untuk lebih waspada dan menjadikan hal itu pengalaman pahit.

Disebutkan, berkaca pada fakta yang ada, seluruh masyarakat, terutama yang bermukim dan beraktifitas di sepanjang aliran sungai Batang Masang itu, baik di wilayah Palembayan, Ampek Nagari, Lubukbasung sampai ke muara sungai di Tanjung Mutiara, untuk mewaspadai ancaman predator ganas yang habitatnya di banyak di sepanjang aliran sungai itu.
“ Mesti diwaspadai bersama, kita harus ekstra hati-hati, “ ungkapnya berduka.
Ketua fraksi golkar DPRD Agam itu menyebutkan, pihaknya bersama tokoh masyarakat dan pemerintah nagari Manggopoh akan melakukan kajian dan pembahasan terhadap masalah itu yang diharapkan bisa diperoleh solusi terbaik dalam mengantisipasi ancaman buaya di sepanjang aliran sungai Batang Masang, agar tidak menggangu aktivitas masyarakat.
HARMEN
