Koto Kaciak, KABA12.com — Para petani ikan keramba jaring apung ( KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam kembali menelan pil pahit pada tahun ini. Ribuan ikan budidaya KJA dikabarkan mati mendadak pada Sabtu (11/12) kemarin.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, kematian massal ikan KJA Danau Maninjau terjadi di satu titik yaitu di kawasan Aweh, Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak.
Ia menyebut, penyebab kematian ikan KJA dipengaruhi oleh faktor cuaca yang kerap berubah-ubah sejak beberapa hari terakhir. Sebelum mati, kata dia, ikan tersebut mengalami pusing atau mengawang ke permukaan danau.
“Kematian ikan ini akibat faktor cuaca yang menimbulkan terjadinya fenomena upweeling sehingga membuat kadar oksigen air di dalam danau berkurang,” kata Handria Asmi saat dikonfirmasi KABA12.com, Minggu (12/12).

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah kerugian yang dialami petani KJA akibat musibah kematian massal tersebut. Hal ini dikarenakan pihaknya masih menunggu data informasi dari penyuluh perikanan yang berada di lapangan.
“Total kerugian dan jumlah ikan yang mati hingga saat ini belum diketahui karena kita masih menunggu informasi dari penyuluh perikanan,” ujarnya.
Kematian massal ikan budidaya pada Sabtu pagi kemarin di kawasan Aweh, Nagari Koto Kaciak itu terjadi hampir menyeluruh sehingga membuat para petani KJA mengalami kerugian besar.
Sebelumnya pada bulan Mei lalu, kematian ikan juga terjadi di kawasan tersebut.
Faktor penyebabnya masih sama yaitu kekurangan oksigen akibat timbulnya fenomena upweeling.
(Bryan)
