Maninjau,kaba12 — Suasana tahun baru 2026 berbalut duka di kabupaten Agam, menyusul hantaman banjir bandang susulan yang mendera wilayah Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis, (1/1).
Terjangan galodo bahkan terjadi sejak Rabu malam, yang beruntun hingga Kamis dini hari, yang terus berlanjut hingga Kamis sore, sehingga membuat akses jalan Lubukbasung-Bukittinggi kembali terputus total, akibat materia banjir bandang tyidak hanya menutupi badan jalan di kawasan Muaro Pisang, tapi juga semakin melebar ke kawasan Pasar Maninjau di jalur kelok 1, area kelok 44.
Dampak terjangan banjir bandang untuk kesekian kalinya di kawasan itu, membuat setidaknya 200 warga harus kembali mengungsi, bahkan 40 rumah terdampak,termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan material galodo yang turun dari kawasan perbukitan kelok 44 yang selama ini menjadi dinding wilayah Maninjau tersebut.

Bupati Agam, Beni Warlis bersama Kadinas PU Agam Ofrzion, yang meninjau lokasi terdampak bencana di Muaro Pisang, Kamis, (1/1) yang menyebut kondisi sungai pascagalodo mengalami perubahan signifikan.
Disebutkan, aliran sungai beralih dan semakin melebar, sehingga memerlukan penanganan teknis yang komprehensif, “untuk saat ini, penanganan baru dapat difokuskan pada pembersihan material di bagian hilir. Daerah hulu belum bisa ditangani karena membutuhkan kajian teknis dan keilmuan khusus,” ujar Bupati Agam.

Pemerintah Kabupaten Agam terus berkoordinasi secara teknis dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS). Personel di lapangan dinilai cukup, namun penanganan daerah hulu membutuhkan dukungan teknis dari instansi yang berwenang.
Untuk proses pembersihan, saat ini sebanyak 4 unit alat berat telah dikerahkan dan beroperasi di lokasi bencana, namun satu unit alat berat terkubur material galodo sehingga tidak dapat difungsikan. Sementara itu, jalur utama Bukittinggi–Lubuk Basung ditutup total demi keselamatan masyarakat.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan serta mengupayakan penanganan lanjutan bersama pemerintah provinsi dan instansi terkait.
Bupati Agam mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, serta meminta warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.
(HARMEN)
