Jembatan Darurat Batang Tumayo Makan Korban, Truk Pengangkut Pakan Ikan Terguling Masuk Sungai

Sungai Batang,kaba12 — Jembatan darurat penghubung aliran sungai Batang Tumayo, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, makan korban.

Selasa, (4/8/2026) siang, 1 unit truk pengangkut pakan ikan terperosok masuk sungai akibat tepi badan jembatan darurat ambruk. Diduga, kekuatan jembatan darurat yang dibangun pasca bencana hidrometeorologi 2025 tersebut, semakin melemah setelah beberapa kali dihantam banjir bandang susulan, termasuk terjangan banjir besar yang terjadi Senin, (3/8/2026) kemarin.

Informasi yang diperoleh kaba12 dari Dedy Febrianto, Walijorong Maninjau di lokasi kejadian, truk pengangkut pakan ikan untuk memasok kebutuhan makanan ikan budidaya di wilayah tersebut, terperosok ke dalam badan sungai, setelah bagian tepi jembatan darurat tiba-tiba ambruk karena tidak bisa menahan beban.

Bahkan, karena tidak kuat menahan beban berat, truk warna kuning dengan nomor polisi BH 8087 YX tersebut, terguling dan rebah ke dalam sungai, “warga bersama pemilik truk terpaksa mengevakuasi pakan ikan yang ikut berserakan di lokasi kejadian, “sebut Dedy Febrianto.

Sebelumnya, jembatan utama yang menghubungkan Nagari Maninjau-Sungai Batang yang dikenal padat, tidak hanya sebagai sarana tranportasi umum, tapi juga menjadi akses ekonomi utama warga setempat yang dikenal sebagai kawasan potensial penghasil ikan budidaya jala apung dan berbagai hasil pertanian-perkebunan.

“Proses evakuasi kendaraan masih dilakukan pihak terkait dibantu warga, namun seluruh pakan ikan yang berserakan akibat truk yang terbalik, sudah dievakuasi, “sebutnya.

Informasi yang diperoleh kaba12, jembatan darurat di aliran sungai Batang Tumayo yang sudah beberapakali dibangun secara swadaya oleh warga bersama TNI-Polri pasca bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah itu, kerap kembali ambruk akibat terjangan banjir bandang susulan yang masih sering terjadi jika curah hujan tinggi di wilayah itu.

Sementara, rencana pembangunan jembatan permanen sesuai harapan warga, masih belum dilakukan pemerintah hingga Selasa, (4/8/2026).

(HARMEN)

2Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   5   =