Lubukbasung,kaba12 — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Agam Ofrizon,ST diakuinya, tidak ada kegiatan dan alokasi anggaran untuk membenahi drainase dan penanganan dampak banjir di pusat pemerintahan kabupaten Agam di Lubukbasung tahun ini.
Diakui, dampak banjir yang menjadi langganan di berbagai titik di pusat kota Lubukbasung terutama jika curah hujan mengalami peningkatan tersebut, berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk merusak berbagai sarana penting yang kerap dimanfaatkan masyarakat.
Disisi lain, upaya pembenahan dan perbaikan secara khusus akan terus menjadi perhatian pemerintah, khususnya sarana vital terdampak dan program mitigasi yang dilakukan OPD terkait di Pemkab.Agam, termasuk penanganan sampah yang menyumbat di saluran drainase dan aliran sungai kecil di pusat kota Lubukbasung.

Hal itu disebutkan Ofrizon,menjawab kaba12, menyusul dampak hujan lebat yang mengguyur wilayah Lubukbasung yang memicu banjir di berbagai titik, Senin, (3/8/2026) kemarin.
Walau tak separah Kota Padang, namun luapan banjir di Lubukbasung cukup menguatirkan, pasalnya genangan banjir yang memenuhi jalan-jalan protocol, termasuk sentra pemukiman warga di kawasan sport center Bukik Bunian Lubukbasung, termasuk ruas jalan provinsi, memicu kekuatiran warga jika tidak ditangani secara khusus.
Menjawab kaba12, Kadis PU Agam itu menjawab singkat pertanyaan kaba12, terkait kegiatan dan program penanganan dampak banjir termasuk perbaikan drainase di pusat kota Lubukbasung saat ini, “tidak ada kegiatan pak, “sebutnya singkat.
Ofrizon tidak menjelaskan bentuk program dan rencana yang disusun Pemkab.Agam, setidaknya untuk menjawab keluhan sejak lama masyarakat Lubukbasung tersebut.

Sementara, dampak hujan lebat yang mendera wilayah Lubukbasung Senin kemarin, tidak hanya memicu banjir di berbagai titik, tapi juga merusak beberapa ruas jalan, salah satunya jalur jalan Padang Baru-Balai Ahad, yang terkelupas akibat terjangan banjir , dan cukup banyak tepian sungai yang runtuh.
(HARMEN)
