Tanahdatar, KABA12.com — Lima orang relawan Tanahdatar yang bertugas membantu korban gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama 6 hari, mulai 7 hingga 12 Agustus 2018 telah selesai menjalankan misi kemanusiaannya.
Kepulangan lima orang relawan itu pun disambut hangat Asisten Pemerintahan dan Kesra Mukhlis didampingi Kadis Sosial Yuhardi, Kadis Kesehatan dr.
Ermon Revlin, Plt. Kalaksa BPBD Revol Desman, Kasi Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial dan PPA Zainal Abidin serta Kepala markas PMI Tanahdatar
Ungadi di ruang kerja Kepala Dinas Sosial, Selasa (14/08).
“Alhamdulillah kita panjatkan syukur kepada Allah SWT, tim relawan yang kita utus telah kembali dengan selamat usai menunaikan tugas mulia membantu
saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa,” ucap Mukhlis.
Ia menyampaikan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada relawan yang bertugas di Lombok, mudah-mudahan seluruh amal bhakti dinilai Allah SWT sebagai amal di sisi-Nya dan berterima kasih juga untuk keluarga
yang turut mendukung tugas kemanusiaan yang dijalankan.
“Atas inisiasi Bupati Tanahdatar dan Ketua PMI Tanahdatar, untuk membantu penanggulangan bencana di sana kita berharap sedikit kontribusi ini ada
manfaatnya bagi masyarakat setempat,” sebut Mukhlis.
Selain mengirimkan relawan kemanusiaan, pemerintah Luhak Nan Tuo itupun juga tengah menggalang dana bantuan yang bersumber dari ASN. “Kita nanti akan kirimkan sumbangan masyarakat NTB termasuk warga Tanahdatar yang terdampak bencana alam gempa bumi melalui pihak yang berwenang,” kata Mukhlis.
Adapun kelima orang relawan yaitu dr.Hanif Al Muhamady Hasyim (Dinkes), Riko Nofrizal (PMI), Efi Suandri (PMI), Efrialdi (BPBD) dan Ulil Amri (BPBD).
Ulil Amri, salah satu relawan yang berangkat dalam misi kemanusian itu menceritakan kedatangan tim relawan Tanahdatar disambut baik oleh tim penanggulangan bencana di Mataram.
“Relawan Tanahdatar mendapat apresiasi dari berbagai pihak di sana, mereka menyampaikan terima kasih
kepada pemerintah daerah yang sangat cepat merespon dengan turut mengirimkan tim relawan, Tanahdatar
relawan paling cepat dari Sumatera yang sampai di lokasi ” ucap Ulil.
Diceritakan Ulil, saat sampai di Bandara Lombok disaksikan banyak wisatawan yang sudah berkumpul di Bandara sebagai salah tempat lokasi pengungsian.
“Kami langsung bergabung dengan Markas PMI Provinsi NTB, di sana dilakukan assesment dengan Sekjen PMI
Pusat, Federasi Internasional of Red Cross (IFRC) dan PMI NTB untuk pembagian tugas untuk esok
harinya,” tutur Ulil yang tergabung dalam Relawan Pusdalops BPBD Tanahdatar.
Ulil menyebutkan, kondisi rumah-rumah terutama di Lombok Utara hampir rata dengan tanah. Kondisi itu menurutnya hampir sama yang dirasakan masyarakat Sumatera Barat akibat goncangan gempa beberapa tahun lalu.
“Masyarakat disana sangat trauma dengan gempa susulan, bahkan ada yng tidur di trotoar, tidak berani lagi masuk rumah,” kata Ulil.
Ulil juga sampaikan sesuai pesan pimpinan saat melepas relawan untuk mencari informasi keberadaan perantau Tanahdatar di Lombok, “hari ke empat , kami mencari data perantau Tanahdatar, namun pada hari itu kembali terjadi gempa susulan yang cukup kuat
sehingga kami melakukan evakuasi kepada warga dan memberi pengarahan kepada warga agar jangan terlalu
panik, diminta tetap waspada dan tidak termakan isu-isu yang menyesatkan,” jelasnya.
Besoknya selama dua hari, relawan berhasil menemui perantau minang “Bundo Kanduang” dan turut membantu
melengkapi kebutuhan obat-obatan, terpal serta mendirikan posko pengungsian, jelas Ulil.
Di posko pengungsian berkumpul perantau Minang yang datang dari berbagai daerah Tanahdatar seperti
Sungayang, Pagaruyung, Simabur, Batipuh dan dari daerah lain seperti Agam, Bukittingi, Solok, Pariaman dan Padang.
“Alhamdulillah diperkirakan dari 30 KK warga kita, semua selamat dan rumah warga tidak ada yang roboh hanya mengalami retak-retak, dan keinginan mereka untuk membangun kembali Surau yang roboh akibat gempa,” sampai Ulil.
(Jaswit)
