Kunjungi Museum Buya Hamka, Menteri Sandiaga Uno Ingat Kenangan Masa Kecil

Sungai Batang, KABA12.com — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jum’at (27/8). Kunjungan tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda dalam peninjauan langsung ke Nagari Sungai Batang yang masuk nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021.

Saat mengunjungi Museum Buya Hamka, Menteri Sandiaga Uno teringat masa kecilnya yang pernah beberapa kali melihat ulama besar Indonesia itu sedang berceramah di masjid.

“Sekarang kita berada di Museum Buya Hamka. Saya teringat waktu kecil dulu pernah beberapa kali melihat langsung beliau berceramah di Masjid Agung Al Azhar. Dan beliau juga telah menciptakan karya terbaik kelas dunia, seperti tafsir Al Azhar yang sudah menjadi referensi bagi ulama kita,” ujar Menteri Sandiaga Uno.

Ia menambahkan, lolosnya Nagari Sungai Batang dalam nominasi 50 besar ADWI diharapkan dapat memberikan keberkahan untuk masyarakat sekitar. “Kemudian desa wisata Sungai Batang ini bisa menjadi bagian daripada rahmatan lil alamin yang merupakan sebuah berkah bagi semesta alam,” katanya.

Menurut Sandiaga, pasca pandemi Covid-19 nanti, desa wisata Sungai Batang diharapkan mampu menjadi tujuan bagi wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Selain itu, saya juga titip pesan agar selalu menjaga protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun. Sehingga dengan ini perjuangan kita diharapkan mampu mengalahkan pandemi,” imbuhnya.

Disisi lain, Sandiaga juga mengatakan bahwa pihaknya mendapat tugas dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), tentang penataan Danau Maninjau seperti Danau Toba.

Dalam proses penataan tersebut, kata menteri, tentu harus mengutamakan dengan kearifan lokal, seperti melibatkan seluruh tokoh yang ada

“Tentu kita tetap mengutamakan kearifan lokal dalam menata danau ini. Misalnya melibatkan
tokoh daerah, tokoh agama, pelaku UMKM, dan lainnya, dalam rangka mewujudkan program yang berpihak dan berkeadilan kepada masyarakat,” ungkapnya.

“Ini harus kita diskusikan bersama masyarakat, agar mendapatkan solusi yang terbaik,” lanjutnya.

Disamping itu, Sandiaga Uno mengakui bahwa sektor pariwisata dan UMKM adalah sektor yang paling banyak menyumbangkan lapangan pekerjaan, sebanyak 34 juta.

Ia juga mengingatkan tentang masa liburannya waktu kecil dengan mengunjungi Danau Maninjau, yang dulu sangat eksis bagi kalangan wisatawan.

“Saya ingat waktu masih kecil, ayah saya mengajak dari Riau ke Maninjau untuk berlibur. Nah ini yang harus kita bangkitkan. Karena dengan bangkit nya pariwisata dan ekonomi kreatif, masyarakat akan meningkat ekonominya, dan dengan sendirinya akan ada realokasi lapangan kerja yang lebih berkualitas buat mereka,” ujarnya.

Dengan begitu, menurutnya ini akan mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat kedepannya.

“Dan tentunya kita harapkan taraf kehidupan mereka akan meningkat melalui program pariwisata yang berkeadilan. Karena kita ingin program ini tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” jelas Sandiaga Uno.

Dalam kunjungannya itu, Menteri Sandiaga Uno juga memberikan piagam penghargaan kepada desa wisata Sungai Batang, Kabupaten Agam yang masuk nominasi 50 besar ADWI 2021.

Selain piagam, pihaknya juga memberikan bantuan akses internet selama 1 tahun.

(Bryan)

0Shares