Ampek Nagari, KABA12.com — Pasca peristiwa perkelahian berujung penusukan yang terjadi di kompleks perumahan karyawan AMP 2 Tower milik PT. AMP. Plantation Jorong Anak Aja Kasiang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, pada Kamis (28/3) lalu, masih menyisakan masalah.
Hal itu terjadi karena keluarga korban yang masih dirawat di RSUD Lubuk Basung mengeluhkan kesulitan biaya pengobatan.
Keluarga korban mengeluhkan hal tersebut karena tidak mempunyai BPJS untuk menanggulangi biaya rumah sakit.
Tiga korban dari perkelahian tersebut, dua diantaranya, yakni Mamat (20) dan Malindo (19) hari ini, Senin (1/4) sudah dapat pulang untuk menjalani rawat jalan.
Sedangkan Asambasri (22), setelah mendapat perawatan medis di IGD RSUD Lubuk basung langsung pulang malam itu. Ia mengalami luka ringan dan pengobatan sudah dibiayai BPJS.
Namun, Mamat yang mengalami luka tusukan serius di punggung bagian kanannya sudah 4 hari dirawat di ruang VIP dan tidak memakai BPJS.
Sebelumnya keluarga korban sudah mendapat bantuan pengobatan sebesar Rp 500 ribu dari pihak PT. AMP bersama Jorong Masang Timur, Anto yang datang untuk menjenguk korban.
“Sekali itu saja mereka datang dan sampai saat ini tidak ada lagi,” ujar Rita, ibu korban.
Ia mengakui, hingga sekarang dirinya masih menunggu bantuan biaya dari pelaku penusukan. Karena mereka tidak mempunyai BPJS.
Namun bantuan Rp500 ribu dari pihak perusahaan tidak cukup untuk menanggulangi biaya rumah sakit.
(Ardi)
