Lubukbasung, kaba12.com — Ketua assosiasi artis Minang Sumatera Barat Anroy, apresiasi terobosan yang dilakukan gabungan pemuda-pemudi pasar inpres Padang Baru-sekitarnya ( gappis ) Lubukbasung yang sukses menggelar parade seni budaya secara rutin dengan menyuguhkan berbagai kekayaan seni-budaya yang dimiliki masyarakat kabupaten Agam.
Bahkan kegiatan rutin yang digelar setiap Rabu malam di kompleks pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung itu, mampu memancing bahkan memotivasi berbagai group kesenian tradisi yang berbagai pelosok jorong dan nagari untuk tampil bahkan unjuk kebolehan.
Disebutkan Anroy, penyanyi terkenal Minang saat menyuguhkan suara emasnya sebagai bintang tamu dalam GPSB Agam 2018 episode 5 Rabu malam, mengaku terobosan pemuda tersebut patut diapresiasi dan harus didukung bersama, pasalnya event yang digelar, tidak hanya sebagai wujud hiburan, tapi justru sebagai bagian dari tanggungjawab pemuda untuk melestarikan budaya daerah.
“ Makna yang terkandung sangat luar biasa, kami angkat topi untuk gappis, gappis luar biasa, “ sebutnya yang disambut aplaus ratusan pengunjung yang memadari areal parkir depan terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung itu.
Disisi lain, Anroy yang malam itu, tampil membawakan 7 lagu diiringi gappis group band yang terdiri dari gabungan para pemain band muda dan senior di Lubukbasung yang sudah sangat dikenal masyarakat itu, berharap event yang digelar bisa mendorong kemajuan semua aspek, tidak hanya untuk kegiatan seni-budaya, tapi juga sukses mendorong perkembangan ekonomi dan kreatifitas masyarakat.
“ Tanggungjawab kita bersama mendorong kemajuan seni-budaya Minang, kami siap memberi dukungan untuk gapis dan masyarakat Lubukbasung, event semakin ini luar biasa, dan patut dicontoh pemuda lainnya di Sumatera Barat, “ sebut Anroy lagi.
Bahkan Anroy yang sengaja hadir bersama keluarganya di Lubukbasung itu mengaku optimis, komitmen gappis untuk melestarikan budaya tradisi Minangkabau, akan direspon semua unsur bahkan kegiatan yang digagas para pemuda yang peduli seni budaya itu akan menjadi ikon Lubukbasung kedepan.
(Harmen)
