Koto Gadang, kaba12.com — Ruas jalan kabupaten di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, rusak parah dan berlubang sejak beberapa tahun terakhir.
Para pengendara yang melintas justru ekstra hati-hati melewati jalan tersebut.
Pantauan KABA12.com, Senin (17/1) kerusakan jalan tersebut terjadi di sejumlah titik wilayah Jorong Baruah, Nagari Koto Gadang VI Koto. Jalan rusak itu juga terkesan diabaikan pemerintah lantaran tidak adanya tanda atau rambu-rambu dilokasi.
Kondisi jalan rusak ini pun dinilai sangat membahayakan pengendara roda dua terutama disaat musim hujan karena tergenang air. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama atau urat nadi masyarakat setempat.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan jalan rusak tersebut yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Agam melalui dinas terkait. Apalagi kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama dan sepatutnya segera diperbaiki.
Salah seorang pengendara, Dicky Candra mengeluhkan kondisi jalan di Nagari Koto Gadang VI Koto yang mengalami rusak dan berlubang dengan diameter cukup besar.

Ia mengaku kondisi jalan kewenangan kabupaten itu sangatlah memprihatinkan.
“Harus hati-hati kalau lewat disini. Jalannya banyak yang rusak dan berlubang. Apalagi rambu-rambu tidak dipasang, jadi sangat berbahaya sekali,” kata Dicky kepada KABA12.com.
Ia berharap kepada Pemkab Agam melalui Dinas PUTR agar segera melakukan perbaikan jalan rusak tersebut.
“Harapannya semoga jalan ini cepat diperbaiki. Kalau perlu diaspal ulang saja,” ujarnya.
Terpisah, Walinagari Koto Gadang VI Koto, Amrizal menuturkan, jalan yang rusak dan berlubang tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu.
Ia menyebut salah satu faktor penyebab rusaknya jalan karena aktivitas alat berat excavator saat proyek nasional revitalisasi dua aliran sungai di Nagari Koto Gadang VI Koto pada tahun 2019.
Amrizal juga mengaku bahwa jalan rusak tersebut pernah memakan korban pengendara roda dua.

“Tahun lalu pernah ada pengendara motor yang jatuh akibat jalan rusak ini. Kondisinya saat itu hanya luka-luka,” ungkapnya.
Disamping itu, pihaknya telah melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Agam terkait rusaknya jalan tersebut, namun hingga kini laporan itu belum ditindaklanjuti.
“Kita sudah laporkan ke Pemkab sejak tahun 2020 lalu agar jalan ini segera diperbaiki, tapi nyatanya sampai saat ini belum ada perbaikan,” katanya.
Pihaknya meminta agar Pemkab Agam segera menindaklanjuti jalan rusak tersebut untuk secepatnya diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan pengendara.
(Bryan)
