Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima kunjungan Staf Ahli Bidang Pembangunan Keluarga Sri Danti Anwar dan Staf Ahli Bidang Hubungan antar Lembaga Rini Handayani dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di ruang tamu Walikota Bukittinggi, Rabu (16/10).
Kedatangan kedua staf ahli untuk sharing informasi dengan Walikota Bukittinggi terkait persiapan Kota Bukittinggi menuju Kota Layak Anak. Salah satu yang mendorong Kota Layak Anak, lewat fungsi keluarga pada klaster 2 di pengasuhan anak, akan sampai pada pusat pembelajaran keluarga. Dengan perkembangan Bukittinggi yang semakin pesat, maka anak sebagai individu perlu penguatan. Sebagai seorang orang tua kita harus mulai fokus kepada anak dengan memberikan perlindungan dan penguatan kepada anak menghadapi dampak negatif dari perkembangan zaman.
Kedua staf ahli Kementrian PP dan PA itu pun mengharapkan Pemko Bukittinggi dapat mencukupkan kebutuhan dasar perempuan seperti ruang menyusui dan laktasi. Tidak lupa ruang bermain anak harus standar nasional. Karena telah melakukan berbagai upaya untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak akan mengusahakan dana insentif daerah untuk membantu program di daerah.
Kementrian sudah menggagas sekolah perempuan, untuk kedepan diharapkan peran ayah ditingkatkan mengikuti sekolah keluarga. Selanjutnya dalam rangka peningkatan karakter anak lewat sekolah keluarga dimulai di kelurahan lewat lagu keluarga cemara sekali seminggu, sehingga meningkatkan kualitas kelurahan layak anak. Kementrian PP dan PA mengharapkan ada penguatan lewat peraturan daerah agar keberadaan Sekolah Keluarga ini berkelanjutan.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan Sekolah Keluarga digagas karena penanganan semua masalah berasal dari keluarga. Sekolah keluarga ada untuk menjawab semua itu. Bagaimana 8 fungsi pokok keluarga berjalan dengan benar. Sasarannya agar peserta menjadi mentor bagi lingkungannya, termasuk fungsi ekonomi pada keluarga. Pemerintah merasa terbantu dengan adanya sekolah keluarga ini.
Menurut Ramlan, sekolah keluarga merupakan inisiatif Ketua PKK terkait dengan semua aspek kehidupan di Bukittinggi yang dimulai dari keluarga, dan tentu saja membantu program pemerintah. Termasuk persoalan kemiskinan dibahas disekolah keluarga, kita carikan solusi, kita dorong perkembangan ekonomi nya. Ia ingin Bukittinggi menjadi kota wisata yang beradat dan berbudaya.
“Kita menjaga hal itu dengan tidak memberikan izin kepada diskotik dan pub. Kita berupaya serius mencegah hal negatif, karena berdampak jangka panjang kepada keluarga,” ujar Ramlan.
(Ophik)
