Kaba Terkini

Kemandirian Jadi Prinsip Pelaksanaan Transformasi Digital

Jakarta, KABA12.com — Perkembangan teknologi sudah mengharuskan Indonesia beralih ke siaran TV digital.

Untuk itu, pemerintah melalui Kemenkominfo bersama Anggota DPR RI gencar sosialisasikan Analog Switch Off (ASO) dan seremoni penyerahan Set Top Box (STB), seperti yang dilaksanakan melalui diskusi publik virtual, Senin (05/12).

Anggota Komisi I DPR RI, Ir. Alimin Abdullah, menjelaskan, kegiatan ini penting bagi Indonesia. Diharapkan pada akhir 2022 ini program ASO ini sudah dapat terselesaikan. Artinya, dalam TV analog menjadi TV digital.

“Tentu ada hal-hal yang menyebabkan kita harus segera bermigrasi ke TV digital ini, seperti, TV analog itu sangat boros terhadap frekuensi yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal-hal yang lain yang lebih berguna. Migrasi ke TV digital akan punya sisa frekuensi yang tidak terpakai, yang merupakan penghematan yang bisa mencapai 112 Mhz yang dapat meningkatkan kualitas internet dalam negeri,” jelasnya.

Untuk mendukung migrasi tv digital ini, akan ada bantuan dari pemerintah melalui Kemesos berupa STB gratis kepada nama-nama yang sudah terdata di Kementrian Sosial.

“Harapan kita, semoga peralihan ini bisa dirasakan oleh semuanya, baik yang di support oleh pemerintah melalui data Kemensos maupun yang beli dengan sendiri. Dan semoga program ini berjalan dengan baik,” ujarnya

Philip Gobang selaku Staf Khusus Kemkominfo RI memaparkan, transformasi digital merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan. Namun, transformasi tersebut harus mewujudkan kemandirian digital yang menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan transformasi digital di Indoensia.

“Kemudian, Bapak Presiden telah memberikan 5 langkah terkait tranformasi digital nasional. pertama segera lakukan akses percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet di 12.500 desa di Indonesia. Kedua peningkatan transformasi digital si sector-sektor startegis, baik di sector pemeirntahan, layanan public, tatanan sosial, pendiidkan, kesehatan, perdaganagan, industri maupun penyiaran. Ketiga percepat integrasi pusat data nasional. Keempaat menyiapkan regulasi skema-skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital secepat-cepatnya. Kelima menyiapkan kebutuhan SDM talenta digital,” ujarnya.

Megal Jekson selaku CBDO Aktual.com, memaparkan, ASO ini sebagai bentuk dan tanggung jawab negara dan layanan siaran TV yang lebih merata bagi masyarakatnya. Transisi atau peralihan ke siaran digital adalah suatu proses dimana teknologi penyiaran televisi Analog dikonversi ke televisi digital.

“Konsekuensi dari ini kita akan lebih mendapatkan siaran TV yang lebih jernih. Kedua kemudian proses transformasi digital yang menginginkan perubahan kualitas penyiaran dan efisiensi pemanfaatan ruang frekuensi. Dimana dengan TV digital ini frekuensi dapat lebih hemat,” jelasnya.

Negara berusaha memenuhi hak warganya. Dimana negara tidak berdiam diri, seperti pemerintah menyiapkan bantuan bagi rumah tangga miskin untuk mendapatkan STB secara gratis. Dalam regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah, stasiun TV wajib untuk mmeberikan bantuan STB bagi masyarakat yang kurang mampu. Karena ini bukan hanya kepentingan negara, namun ini juga bagian kepentingan dari stasiun-stasiun TV di Indonesia.

(Ophik)

To Top