Solok, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi tunjukkan aksi solidaritas dan peduli korban bencana banjir bandang Kabupaten Solok.
Sejumlah Bantuan diantarkan langsung Wali Kota Bukittinggi didampingi beberapa Kepala OPD, ke lokasi bencana, Sabtu (25/09).
Saat turun ke lokasi, Pemko Bukittinggi menyerahkan bantuan berupa peralatan rumah tangga, seperti magic com, kompor gas, termos air, kuali dan peralatan shalat. Selain itu, Baznas Bukittinggi juga memberikan bantuan Rp10 juta dalam bentuk 30 tabung gas serta slang paket dan 20 penanak nasi.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan duka mendalam, atas musibah yang melanda warga an Pemerintah Kabupaten Solok. Sebagai bentuk kepedulian, Pemko Bukittinggi membawa dan menyalurkan bantuan serta donasi untuk korban terdampak banjir bandang dan juga memberikan dukungan sosial bagi Pemerintah Kabupaten Solok.
“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa warga serta Pemerintah Kabupaten Solok. Kami berharap, warga tabah menjalani situasi ini. Semoga bantuan yang kami berikan, dapat meringankan beban korban bencana banjir bandang ini. Bantuann kita kumpulkan dari ASN dan masyarakat Bukittinggi,” ungkap Wako Ramlan.
Wako juga berpesan pada korban terdapak bencana, agar tetap sabar dalam menghadapi situasi yang ada.
“Yakinlah, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Wapres RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Daerah se Sumbar. Kita semua akan bergandengan tangan untuk membantu menyelesaika persoalan yang ada” tambah Wako.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengapresiasi kepedulian dari Pemerintah Kota Bukittinggi. Bantuan dan donasi yang diberikan, tentu sangat bermanfaat bagi warga yang menjadi korban terdampak bencana banjir bandang.
“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi. Kebersamaan yang dijalin, tentu dapat memberikan semangat bagi kami Pemkab Solok, untuk segera bangkit dan membantu serta melayani warga, terutama mereka yang terdampak. Dengan perhatian dari Pemko dan warga Bukittinggi, berarti kami tidak sendiri. Terima kasih Pak Wali Kota, terima kasih masyarakat Bukittinggi,” ungkap Jon Pandu.
Bupati Solok memaparkan, banjir bandang terjadi Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat musibah itu, dua orang meninggal dunia, setelah dikabarkan hilang saat bencana terjadi.
Tim gabungan menemukan korban pertama dalam kondisi meninggal pada hari pertama pencarian (Selasa -red) sekitar pukup 13.30 WIB. Sementara korban kedua juga berhasil ditemukan pada hari kelima operasi SAR, Jumat (25/09) sekitar pukul 11.00 WIB.
Selain itu, Pemkab Solok juga mendata, satu orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 480 warga terdampak, dengan sebagian mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun ke sejumlah lokasi pengungsian.
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering serta puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat.
“Total kerugian sementara yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 miliar,” ungkapnya.
Untuk penanganan darurat, Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026.
Penanganan difokuskan pada pencarian korban, evakuasi warga, pengoperasian posko dan dapur umum, pembersihan jalan, sungai dan fasilitas pemerintahan, pendistribusian logistik, pelayanan warga yang terluka serta koordinasi lintas pemerintahan.
Peristiwa banjir bandang ini, terjadi setelah hujan berintensitas tinggi melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Akibatnya debit Sungai Batang Laso meluap hingga ke permukiman dan perkantoran.
(Ophik)
