Lubukbasung, kaba12 — Jumlah sementara korban meninggal akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam melonjak tajam. Sehari sebelumnya terdata sebanyak 85 orang meninggal, melonjak mencapai 120 orang meninggal yang berhasil ditemukan tim gabungan sepanjang Minggu, (30/11).
Jumlah korban terbanyak terdata di kecamatan Palembayan, dampak bencana banjir bandang yang menghantam wilayah Salareh Aia Utara, yakni sebanyak 97 orang, kemudian korban banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur sebanyak 12 orang, di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 8 orang, di Kecamatan Matur sebanyak 1 orang, di Kecamatan Palupuah 1 orang dan di kecamatan Ampek Nagari 1 orang.
Sementara jumlah korban yang dinyatakan hilang sebanyak 74 orang, masing-masing di Kecamatan Palembayan 63 orang, di Kecamatan Malalak 6 orang, di Kecamata Tanjung Raya 4 orang dan di Kecamatan Lubukbasung 1 orang, dengan total pengungsi sebanyak 6.300 orang yang tersebar di Kecamatan Palembayan, , Ampek Nagari,Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Palupuah, Tanjung Raya, Matur, IV Koto, Banuhampu dan Baso.

Dampak bencana luar biasa yang menghantam berbagai wilayah di Kabupaten Agam itu, memicu total kerugian sementara mencapai lebih dari Rp.59 miliar, banyak insfrastruktur yang hancur, bangunan sekolah, areal pertanian dan perkebunan, rumah penduduk, dan berbagai sarana lain.
Update data sementara yang disampaikan Kepala Diskominfo Agam, Roza Syafridianti , disebutkan, khusus untuk data korban meninggal melonjak tajam, terutama keberhasilan tim gabungan penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, berhasil menemukan banyak korban yang dinyatakan hilang, baik di Salareh Aia Utara, Kecamatan Malalak, di Ampek Nagari dan di Tanjung Raya.

Dijelaskan, proses penanganan dampak bencana terus dimaksimalkan oleh tim gabungan penanganan dampak bencana Kabupaten Agam, dan secara rutin di evaluasi dalam rapat koordinasi yang digelar di posko utama penanganan dampak bencana di Balairung Kediaman Resmi Bupati Agam.
Ditambahakn Roza Syafridianti, data yang disampaikan merupakan data sementara yang kemungkinan masih terus bergerak, karena proses pencarian, pendataan dan proses penanganan di lapangan masih terus berlangsung dalam masa tanggap darurat bencana .
(HARMEN)
