Jelang Ramadhan, Pemko Sidak, Pantau Harga Bahan Pokok

Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi didampingi sejumlah kepala OPD dan staff, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pasar menjelang bulan Ramadhan.

Hal tersebut dilakukan di Pasar Bawah, Rabu (25/04). Komoditi pokok yang disidak hari itu seperti beras, cabe, ayam potong, daging.

Etek Ani salah seorang penjual beras saat ditanya wako mengatakan harga beras bervariasi.

Beras kuriak kusuik mencapai Rp 13 ribu per kg, beras medium Rp 9.950 (beras bulog), randah putiah Rp 12 ribu dan beras sokan Rp 11 ribu per kg.

Sementara, cabe keriting per kg, berkisar antara Rp 42 ribu hingga 40 ribu. Cabe giling kampung pake gilingan tangan mencapai Rp 50 ribu. Sementara cabe kotak giling mesin Rp 35 ribu. Tomat Rp 8 ribu per kg.

Berbeda dengan beras, beras puluik Thailand mencapai Rp 15 ribu per kg beda dengan pulut lokal mencapai Rp 35 ribu per kg.

Untuk tepung ubi atau tapioka dan tepung ketan, harga saat ini mencapai Rp 10 hingga 12 ribu per kg. Satu minggu terakhir tidak ada kenaikan signifikan. Namun permintaan tepung saat bulan puasa meningkat biasanya.

Sementara untuk ayam broiler atau ayam potong mengatakan, perekornya ayam potong seharga Rp. 40 ribu. Ada kenaikan Rp. 5 ribu dari sebelumnya. Biasanya memasuki bulan Ramadhan permintaan tinggi. Sedangkan untuk ayam kampung seharga Rp. 30-50 ribu per ekor. Ayam ras Rp. 48 ribu per ekor. Ceker jumbo Rp. 20 ribu per kg. Itik Rp. 60-70 ribu dan Itik Sarati Rp 120 ribu per ekor.

Untuk harga daging masih berkisar pada  Rp 130 ribu per kg. Sedangkan tulang sup Rp 30 ribu per kg.

Walikota Bukitinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, sidak kali ini merupakan kegiatan rutin bersama Bulog dan Polres dalam rangka memantau kegiatan perdagangan dan harga pasar sebelum puasa. Dari sidak ini, harga pasar masih normal.

Harga beras masih normal, karena beras bulog sudah turun, jika tidak turun maka harga akan naik. Ramlan tidak ingin terjadi inflasi besar dan tidak boleh juga deflasi.

“Kita membantu masyarakat agar kebutuhan bulan puasa dapat terpenuhi. Kita tidak ingin ada penumpukan di agen, itu salah, tidak betul. Ini yang kita kontrol agar masyarakat tidak susah,” ungkapnya.

Khusus di Bukittinggi dan Sumbar umumnya, kebutuhan cabe cukup besar, sementara Bukittinggi bukan daerah pertanian.

Karena itu pemko mengajak pedagang ikut membantu kesulitan masyarakat.
Menurut wako, stok bahan pokok selama Ramadhan tidak ada masalah.

” Harga naik menjelang lebaran tentu wajar, namun harga naik itu kita kontrol agar tidak menyusahkan masyarakat,” ulasnya.

Terkait minyak telur dan gula, pemko sudah menyiapkan antisipasi pemerataan pasokan lewat pembagian sembako bagi warga tidak mampu di ramadhan. Bulog akan turun untuk operasi pasar.

Ramlan menambahkan, menjelang lebaran ada pasar pabukoan. Tahun ini pasar pabukoan berlokasi  menurut rencana di los lambuang. Los lambuang akan dibiarkan tetap utuh, hanya dimanfaatkan sebagian untuk pasar pabukoan.

Selain itu dibeberapa tempat masyarakat juga sudah membuat pasar pabukoan mandiri.

(Ophik)

0Shares