“J” OTG Positif Covid19 Ternyata Warga Payakumbuh, Agam Masih Zona Hijau ?

Lubukbasung, kaba12.com — J, orang tanpa gejala (OTG) yang dinyatakan positif terpapar virus corona hasil swab test yang dilakukan di Pemko.Payakumbuh, Jumat,(1/5) kemarin ternyata warga Payakumbuh.

Sesuai data yang dihimpun kaba12.com, walau masih belum diperoleh kesimpulan resmi dari pihak berwenang terkait status dan posisi penetapan J, masuk dalam daftar protokol penanganan covid19 daerah Agam atau Payakumbuh, namun dipastikan KTP yang bersangkutan berstatus warga Payakumbuh.

Waktu dikonfirmasi kaba12.com, Bupati Agam Indra Catri mengakui pertahanan Agam menghadang corona berbasis nagari mulai jebol. Tidak tertutup kemungkinan hal ini menjadi salah satu dasar usulan perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar, dari kabupaten Agam pada gubernur.

Seperti disampaikan Indra Catri, terungkapnya salah seorang warga kota Payakumbuh, Junaidi yang dinyatakan positif terpapar virus corona Jumat kemaren saat berada di rumah anaknya di Jorong Titih, Nagari Padang Tarok, Kabupaten Agam.

Dijelaskan, J tercatat berdomisili di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, namun sejak ditinggal almarhumah istrinya beberapa tahun belakangan sekitar 2 atau 3 kali seminggu J, pulang ke Padang Tarok dan menginap dirumah anaknya. Sampai dirumah anaknya biasanya sudah malam dan pagi-pagi sudah kembali lagi ke Payakumbuh.

Ditambahkan, J dinyatakan positif terpapar virus corona Jumat siang, berdasarkan hasil swab test yang diambil dan dikirim oleh Pemko Payakumbuh ke Labor Unand di Padang.

Melihat kondisi yang berkembang, ulas Bupati Agam itu, pihaknya meminta agar seluruh jajarannya untuk segera dan terus melakukan monitoring dan tracking terhadap pergerakan J dan keluarganya beberapa hari sebelumnya.

“Monitor dan tuntaskan proses trackingnya. Kita tak mau kecolongan dan ambil resiko. Setelah itu, kita akan ambil tindakan-tindakan penanganan dan sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ancaman penyebaran virus corona itu sangat dahsyat, sangat nyata, sekaligus bisa dijadikan argumen untuk melanjutkan PSBB tahap II,” kata Indra Catri.

Lebih lanjut Indra Catri mengatakan, bahwa J sehari-hari berjualan rokok, membawa ojek, dan sekali sekali menjadi sopir di kota Payakumbuh. “Yang bersangkutan pernah kontak dengan salah seorang pasien positif di Payakumbuh inisial HEM (pemilik toko sport) di Payakumbuh,” katanya.

Berdasarkan hasil tracking dari HEM, salah satunya ditemukan nama J, kemudian J diambil SWAB-nya oleh jajaran Pemko Payakumbuh dan hasil labornya dinyatakan positif.

“Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSAM Bukittinggi bersama dua orang anaknya. Sedangkan orang yang terkontak langsung lainnya dengan J sebanyak 4 orang yakni kakak isteri, anak kakak istrinya, dan kakak laki-laki istrinya serta satu orang temannya langsung diisolasi di tempat Karantina Badan Diklat Depdagri di Baso, “ jelas Indra Catri lagi.

Bupati Agam itu berharap, semuanya yang sudah terdata hasil tracking itu, belum terpapar dan melakukan banyak kontak langsung dengan masyarakat disekitarnya. “ Kita sangat berharap tentunya rantainya interaksinya di Agam belum terlalu panjang dan melebar, “ tegas Indra Catri lagi.

Terkait dengan posisi J termasuk langkah penanganan yang dilakukan, Pemkab.Agam melalui GTP2 Covid19 Agam masih akan melakukan pembahasan dan penelusuran lebih lanjut, termasuk tracking rekam jejak perjalanan J, 14 hari terakhir, sebelum dinyatakan positif terpapar virus corona Jumat kemarin itu.

HARMEN

0Shares