Palupuah, kaba12.com — Warga Jorong Sitingkai Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuah gempar menyusul ditemukannya seekor anak kerbau mati dengan kondisi mengenaskan.
Anak kerbau yang baru berusia 6 bulan itu ditemukan jauh dari lokasi ditambatkan dalam keadaan kepala terputus dan tubuh tercabik-cabik, Rabu,(27/09) malam.
Kuat dugaan anak kerbau itu mati akibat terkaman harimau hutan yang diduga berkeliaran di kawasan tersebut.
Kepada kaba12.com Mulyadi , tokoh masyarakat setempat, meyakini kerbau tersebut mati akibat serangan harimau Sumatera yang disebut-sebut masih banyak berkeliaran di daerah tersebut.
“Dari dekat kerbau yang mati itu, kita bisa melihat seperti jejak-jejak besar mirip sekali dengan jejak yang ditemukan dekat perangkap harimau BKSDA,” katanya.
Ditambahkan Mulyadi informasi yang ia terima dari pemilik kerbau, bahwa kerbau tersebut sudah hilang selama satu hari dari kandangnya yang terletak di Puduang Jorong Sitingkai tak jauh dari perangkap harimau yang dipasang pihak BKSDA.
“Kerbau tersebut diseret dari tempat pautannya sejauh 50 meter ke dalam semak-semak,” jelas pengurus MUI Palupuah tersebut.
Kasus ditemukannya kerbau mati dalam kondisi kepala putus dan tubuh tercabik itu meresahkan masyarakat setempat.
Untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, pihak BKSA sudah melakukan pengintaian dan upaya penangkapan terhadap hewan buas yang memangsa kerbau warga tersebut.
(Harmen / Harry)
