Lubukbasung, kaba12.com — Pemerintah Kabupaten Agam andalkan bidang pertanian sebagai penyelamat bagi masyarakat saat kondisi sulit saat ini. Diprediksi, beberapa bulan kedepan, potensi masalah akan semakin besar dampak percepatan penanganan penyebaran covid19, dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat.
Untuk mengantisipasi potensi masalah besar itu, Bupati Agam Dr. Indra Catri meminta aktifitas pertanian tidak boleh berhenti berproduksi,pelaku pertanian harus dijaga dan dilindung agar tidak terdampak terlalu besar, karena sektor pertanian berperan sebagai jaring pengaman sosial menghadapi dampak pandemic covid-19.

“Pelaku pertanian harus diselamatkan, jika pandemi ini terus berlanjut, maka sektor pertanian akan membuka lapangan kerja baru, menampung limpahan dari sektor lain”, jelasnya.
Prediksi Indra Catri, akan terjadi pergeseran struktur ekonomi di Kabupaten Agam secara drastis, karena pandemi covid19 benar-benar meluluh lantakan sektor perdagangan dan jasa secara signifikan.
Konsekuensinya, ulas Indra Catri, akan banyak yang kehilangan lapangan pekerjaan, dan akan ada limpahan tenaga kerja yang tidak terserap pada sektor sekunder yakni perdagangan- industri dan tersier (jasa) ke sektor premier (pertanian).
Ditambahkan Indra Catri, saat ini sektor pertanian merupakan lapangan usaha bagi 35 persen masyarakat di Agam, sedangkan sektor lainnnya seperti industri perdagangan sebanyak 23 persen dan sektor jasa 43 persen,” jika pandemi covid19 berlangsung dalam tiga bulan kedepan, diperkirakan akan ada pertambahan pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian menjadi 40 sampai 45 persen,” jelasnya.

Bahkan, Indra Catri memperkirakan jika berlanjut sampai enam bulan kedepan, sektor industri perdagangan dan jasa akan terdampak besar sehingga diperkirakan pelaku usaha di sektor pertanian meningkat menjadi 50 sampai 60 persen.
“Artinya, struktur ekonomi yang relatif maju yang kita nikmati beberapa tahun belakang ini akan bergeser kembali ke sektor primer seperti halnya kondisi pada tahun 2015 bahkan bisa seperti kondisi pada tahun 2010. Agam akan kembali kepada ekonomi sub sistem (premier) atau akan lebih banyak melayani dan mencukupi kebutuhanya sendiri”, jelasnya.
Karena beratnya beban sektor pertanian Agam, Indra Catri berharap, seluruh pemangku kepentingan memberi perhatian lebih terhadap keselamatan petani dan kegiatan pertanian.

“ Sektor pertanian Agam kedepan diibaratkan sebagai seorang ibu “single parent” yang harus berjuang mengihupi keluarga serta membesarkan anak-anaknya dalam kondisi yang serba sulit, “ ulas Indra Catri.
HARMEN
