Es Tebak, Minuman Yang Populer Hingga Kini

Berbicara masalah minuman khas Sumatera Barat memang tidak akan ada habisnya. Salah satu diantaranya adalah es tebak. Memang dari namanya terdengar sedikit unik. Namun dari rasanya dijamin akan membuat Anda ketagihan dibuatnya.

Es tebak ini merupakan minuman tradisional Minangkabau yang biasanya dijadikan sebagai hidangan pentup setelah makan besar. Es yang satu ini terdiri dari campuran tape ketan hitam, kolang-kaling, cincau hitam, dan tabak. Es tebak ini aslinya berasal dari kota Payakumbuh. Namun saat ini sudah menyebar bahkan sampai ke Solok, Pekanbaru, Medan, dan kota-kota lainnya.

Umumnya pada bulan Ramadhan, banyak yang menjadi penjual dadakan es tebak ini. Apalagi banyak sekali yang suka dengan rasa es yang satu ini. Sehingga sangat tidak mengherankan jika banyak para penjual dadakan es tebak di bulan Ramadhan.

Menurut sejarah asal mula dari es tebak ini sebenarnya sampai sekarang belum begitu jelas diketahui. Namun jika dilihat dari namanya, es tebak ini terinspirasi dari salah satu nama bahan utama es tebak itu sendiri, yaitu tebak.

Tebak ini dibuat dari tepung beras yang dimasak lalu dicetak dalam sebuah catakan cendol sehingga bentuknya sama persis dengan cendol, namun memiliki tekstur yang lebih keras dan memiliki warna putih. Lebih mirip dengan serutan kelapa muda.

Sedangkan untuk campuran dari es tebak biasanya adalah alpukat, cincau hitam, potongan nangka, dan potongan agar-agar. Campuran inilah yang membedakan es tebak dengan es campur.

Selain itu untuk saat ini, es tebak sudah mengalami banyak inovasi baik dari segi campuran dan rasanya. Maka dari itu Anda sudah bisa menikmati es tebak sesuai dengan selera Anda.

Biasanya es tebak dapat ditemukan di tempat-tempat ramai seperti pasar tradisional, pasar kuliner, dan tempat ramai lainnya. Untuk harga satu gelas atau cup minuman ini berkisar Rp5000 – Rp7000. Bagaimana sangat murah bukan?

(BRIAN/*)

0Shares