Lubukbasung, kaba12.com — Masalah pertanian dibahas khusus Ema Yohana, anggota komite II DPD RI saat berdialog dengan bupati Agam Dr.Indra Catri di ruang kerjanya Kamis,(5/3).
Kunjungan senator asal Sumbar yang membidangi masalah pertanian tersebut disambut khusus bupati Agam Dr.Indra Catri didampingi Sekab.Agam M.Dt.Maruhun, Asisten II Sekab.Agam Yosefriawan dan Kadinas Pertanian Agam Arief Restu.
Dalam dialog bersama anggota DPD RI itu, Bupati Agam Indra Catri mengaku bangga kembali mendapatkan kunjungan dari lembaga tinggi negara, yang beberapa hari lalu juga dikunjungi oleh Komisi IX DPR RI untuk menjemput aspirasi masyarakat.
“Semoga apa yang menjadi kendala bagi kita di Agam, dapat diperjuangkan lembaga tinggi negara kepada pemerintah pusat. Supaya pembangunan pertanian di daerah ini semakin menggeliat,” sebutnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Agam Arief Restu menyampaikan, di kabupaten Agam saat ini kekurangan tenaga penyuluh, yang menjadi ujung tombak pelaksana berbagai kegiatan bidang pertanian,” sebesar apapun program yang dijalankan tanpa penyuluh semua akan sia-sia,” jelasnya.
Ditambahkan, fokus pembangunan bidang pertanian sepenuhnya ada ditangan penyuluh, khususnya di lembaga Balai Penyuluh Pertanian (BPP), dimana target Kementan BPP akan dijadikan sebagai pusat data, informasi, pembelajaran, temu kemitraan dan realisasi program.

Dijelaskan, saat ini di kabupaten Agam tenaga penyuluh di Agam sejak 15 tahun terakhir, justru semakin berkurang, akibat banyak yang pensiun, tanpa ada pengangkatan sebagai pengganti.
“Dari kebutuhan penyuluh dari 188 wilayah kerja di Agam, kita butuh tambahan minimal 60 orang lagi,” jelasnya.
Disisi lain, Arief Restu berharap DPD RI dapat memperjuangkan penambahan kuota pupuk bersubsidi pada pemerintah pusat, karena kuota pupuk bersubsidi di kabupaten Agam tahun ini hanya sekitar 65 persen dari kebutuhan petani.
Sedangkan THL yang sudah mengabdi tidak bisa diangkat menjadi PNS, sebelumnya pemerintah pusat menjanjikan bakal dingkat menjadi PPPK, tetapi sampai saat ini belum ada kepastian.
Terkait laporan Kadinas Pertanian Agam itu, Ema Yohana, memberi respon positif dan akan berupaya memperjuangkan apa yang menjadi kendala dunia pertanian di kabupaten Agam pada pemerintah pusat.
” Kita akan segera tindaklanjuti hal itu pada kementrian terkait, karena hal ini menjadi persoalan serius secara nasional,” sebut Ema Yohana.
Kunjungan sehari senator Sumbar itu, berlanjut dengan malam silaturrahmi bersama berbagai elemen masyarakat di GOR Rang Agam, Padang Baru, Lubukbasung.
HARMEN
