Kaba Tausyiah

Pentingnya Menjaga Kehormatan Dalam Kajian Al-Qur’an dan Hadis

Kehormatan dan Harga Diri sebagai fitrah tidak bisa dipungkiri, manusia lahir di muka bumi ini dengan kondisi yang bersih. Terlahir dengan jiwa yang suci dan dihiasi dengan penciptaan yang sempurna.

Wujud manusia telah dibentuk sedemikian cantik dan indah. tidak heran bila al-Qur’an menyebutkan bahwa manusia merupakan ahsanu Khuluqan. Tidak hanya berkutat pada masalah lahir, dalam diri manusia terdapat dua hal yang tidak dimiliki makhluk yang lainnya.

Dalam diri manusia terdapat hal-hal indah yang harus senantiasa diperhatikan dan dikembangkan sebagai wujud tanggung jawab dan rasa syukur kepada Tuhan yang memberikan anugerah-Nya.

Mata harus senantiasa dipakai untuk memandang serta menatap hal-hal yang menjadikannya dekat kepada Allah, mencari jalan demi mendapatkan ridha-Nya. Telinga harus selalu dimanfaatkan untuk mendengarkan berbagai nasihat dan mauidhah yang mengarahkannya kepada jalan lurus sesuai dengan syariat Islam.

Begitu juga dengan kedua kaki, seseorang harus berjalan dan mengarungi dunia dengan penuh semangat dan harapan tinggi demi mendapatkan cahaya Ilahi yang selanjutnya membimbingnya mendapatkan kebahagian di dunia maupun di akhirat. Dan begitu juga dengan beberapa aspek lahir yang lain. Sedangkan aspek batin mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan jati diri manusia.

Harkat, derajat dan mrtabat manusia harus diperjuangkan demi menjaga kehormatan dan kemuliaannya sebagai makhluk yang diberi kekuatan oleh Allah.

Urgensi menjaga kehormatan dan Harga diri
Dalam menghadapi dunia yang modern ini, ada sebagian orang yang hanyut di dalamnya. Modernitas seakan mengharuskan adanya sikap dan gaya hidup yang serba materialistik dan hedonistik.

Bekerja keras dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya seakan menjadi tuntutan yang harus segera terpenuhi bahkan tidak sedikit dari mereka yang mendewakan harta benda yang notabene merupakan hiasan dunia saja. Kemulian dan nilai manusia sering kali di ukur melalui harta yang dimiliki, pangkat dijadikan tujuan hidup dan diyakini sebagai kenikmatan yang selamanya dan tidak akan hangus begitu saja.

Anggapan keliru tersebut sering kali menyebabkan manusia memaksakan diri untuk mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan. Mereka tidak menyadari adanya kelemahan pada dirinya yang kemudian menyebabkan pada sikap yang tidak profesional bahkan mugkin juga ia akan terperosok di jurang kehinaan dan tidak mengenal harga diri.

Tidak mengherankan jika ditemukan di wilayah sekitar kita beberapa fenomena menggelikan bahkan membuat kita harus mengelus dada seakan tidak dapat melakukan apa-apa. sumber mata pencaharian yang seharusnya bersih dari kehinaan berbalik menjadi pusat pengumpulan harta yang menjijikkan sekaligus menjadi tempat mengekplorasikan nafsu birahi semata.

Agama memang mengajak umatnya untuk selalu berusaha keras dalam bekerja dan beramal agar dapat mempertahankan hidup dan keturunannya, tetapi agama juga memberikan pelajaran dan bimbingan kepada uamatnya untuk memcari rizeki dengan cara yang benar tanpa menurunkan harkat, martabat dan derajat.

Rasulullah SAW telah lama memberikan rambu-rambu kepada umatnya untuk selalu menjaga kehormatan dan harga dirinya baik ketika mencari penghidupan maupun dalam kndisi apapun. Beliau bersabda:
أطلبوا الحوائج بعزة النفس فإن الآمور تجري بالمقادر
Mintalah kebutuhan dengan menjaga harga diri, karena semua urusan berlangsung menurut takdir ilahi.

Sebagaimana telah dipaparkan diatas, Biasanya orang bersedia merendahkan diri sendiri dan mau diperlakukan tidak hormat hanya disebabkan oleh salah satu dari dua alasan: yatu ingin mendapatkan rizeki atau karena takut binasa. Yang mengherankan, pada hakikatnya manusia telah mengetahui baik umur, jodoh dan rizeki semuanya berada di tangan Allah SWT, Tetapi hal ini acap kali dilupakan.

Yang selanjutnya menyebabkan kelalain mereka yang berujung menjadi ketakutan yang dasyat yang mengancam kehidupan mereka. Saking takutnya, mereka berkenan untuk menjual harga dirinya dengan berbagai macam cara.

Seorang yang memiliki harga diri akan lebih bersemangat, lebih mandiri, lebih mampu dan berdaya, sanggup menerima tantangan, lebih percaya diri, tidak mudah menyerah dan putus asa, mudah memikul tanggung jawab, mampu menghadapi kehidupan dengan lebih baik, dan merasa sejajar dengan orang lain.

(Sumber: tongkronganislami.net)

0Shares
To Top