DPRD Bukittinggi Gelar Paripurna Istimewa Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Bukittinggi, KABA12.com — DPRD Kota Bukittinggi menggelar paripurna istimewa, di gedung DPRD, Jumat (14/08).

Paripurna istimewa kali ini digelar dalam rangka mendengarkan pidato Presiden terkait HUT RI ke 75.

Rapat paripurna istimewa dipimpin Ketua DPRD Bukitinggi, Herman Sofyan, dihadiri Wali Kota, Wakil Walikota, Unsur Forkopimda, Anggota DPRD dan beberapa Kepala OPD. Sebelum palu sidang diberikan kepada Ketua DPR RI Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, juga menyampaikan pidato pengantar.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pidato pengantarnya, menyampaikan, sidang bersama tahun ini, beda dengan tahun sebelumnya, karena masih diselimuti pandemi covid-19. Hingga saat ini terdata sebanyak 132 ribu lebih rakyat Indonesia yang terpapar covid-19, 87 ribu lebih diantaranya sembuh dan 5 ribu lebih meninggal dunia. Selain itu, upaya penanganannya berdampak pada bidang ekonomi dan sosial.

“Peringatan hari kemerdekaan, mengandung makna bagaiman kita mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan RI. Selanjutnya, momen peringatan HUT RI ke 75 ini, kita refleksikan kembali perjalanan panjang bangsa indonesia dalam kehidupan sehati hari dalam mewujudkan Indonesia merdeka, bersatu, adil dan makmur,” ungkapnya.

75 tahun mempertahankan kemedekaan banyak yang telah dilakukan dalam membangun Indonesia. Membangun dalam arti segala bidang. Tujuan pembangunan yang dilaksanakan seiring dengan Tujuan Negara Republik Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat.

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujarnya.

Indonesia maju jadi tema HUT RI ke 75. Ini menjadi momen untuk maju bersama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Dalam Pidato Kenegaraannya, Presiden Joko Widodo, menyampaikan, Dalam pandemi covid-19, seluruh bidang harus lakukan reformasi fundamental dengan cepat. Krisis memberikan momentum bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk serentak dan serempak memanfaatkan momentum ini.

“Kita harus lakukan reformasi fundamental dalam bekerja. Kesiapan dan kecepatan kita diuji. Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar,” ujar Presiden.

Target saat ini bukan hanya lepas dari pandemi, bukan hanya keluar dari krisis. Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan lompatan besar memanfaatkan momentum krisis yang saat ini sedang terjadi.

” Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar. Mari kita pecahkan masalah fundamental yang kita hadapi. Mari jadikam Indonesia setara dengan negara-negara maju. Menjadikan Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Dirgahayu Republik Indonesia. Dirgahayu Negeri Pancasila. Merdeka,” pungkas Joko Widodo.

(Ophik)

0Shares