Lubukbasung, kaba12.com — Kalangan DPRD Agam mengaku prihatin menyusul munculnya riak-riak di lapangan termasuk aktivitas warga di beberapa sarana umum yang cenderung lepas dari pengawasan, bahkan saat ini viral ditengah masyarakat.
Kondisi ini, disebutkan mesti menjadi catatan penting bersama yang harus dirumuskan untuk dicarikan langkah-langkah, terutama upaya untuk mendorong peran berbagai elemen masyarakat, baik pemuda, kelompok masyarakat yang diawasi dan dikontrol oleh tokoh masyarakat serta kalangan ninik mamak.
Hal itu disebutkan M.Ater Dt.Manambun, Sekretaris Komisi I DPRD Agam yang juga tokoh ninik mamak Lubukbasung yang mengaku prihatin mencuatnya beberapa masalah sosial di Lubukbasung yang kini hangat di lini massa.
Anggota fraksi PBB-Berkarya-Hanura itu, mengaku prihatin dengan kasus perbuatan tidak pantas di kompleks GOR Rang Agam, masalah penertiban kafe yang tak kunjung tuntas dan beberapa potensi masalah sosial lain, yang menurutnya bisa memicu persoalan baru ditengah masyarakat.
Sekretaris Komisi I DPRD Agam itu berharap, peran aktif masyarakat, pemuda dan elemen lain sangat diandalkan, apalagi di moment-moment tertentu, masyarakat punya kewajiban untuk menyampaikan teguran, mengingatkan dan pola lain, agar hal-hal yang merugikan tidak terjadi.
Ditambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas sosial warga di lapangan dan beberapa poin masalah yang muncul menjadi catatan penting yang akan dibahas khusus bersama unsur terkait di pemerintahan.
“ Kami berharap, elemen terkait dalam masyarakat berperan lebih aktif untuk mengawasi , mengingatkan dan menegur anak kemenakan serta bentuk lain, yang intinya agar terbangun aktivitas positif yang menghormati tatanan adat dan agama yang menjadi landasan beraktivitas masyarakat kita, “ tegas M.Ater Dt.Manambun serius.
HARMEN
