Lubukbasung, kaba12.com — Kalangan DPRD Agam prihatin menyusul masih banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan, karena banyak yang tidak memakai masker, masih banyak yang mengikuti kegiatan keramaian dan enggan mencuci tangan di tempat yang sudah disiapkan di berbagai fasilitas umum.
Kondisi ini dikuatirkan akan berdampak terhadap masyarakat sendiri, pasalnya ptensi virus corona justru masih sangat tinggi di wilayah kabupaten Agam.
Diharapkan, masyarakat berperan aktif dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19, dengan selalau mentaati protokol kesehatan, selalu pakai masker, jaga jarak aman, rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sesuai anjuran pemerintah yang cukup maksimal.

Keprihatinan itu disebutkan Noveri Edios, Gema Syahputra, Zulpardi, Zulhefi, Suharman dan beberapa anggota DPRD Agam lainnya yang menyaksikan di lapangan masih banyak masyarakat yang abai akan keselamatan diri sendiri, terhadap potensi penyebaran covid-19.
Disebutkan Noveri Edios, peran dan ketaatan masyarakat sangat menentukan dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19, pasalnya saat ini kondisi pandemic itu di kabupaten Agam sudah mulai menurun, dengan semakin banyaknya angka kesembuhan sementara jumlah terkonfirmasi baru relative sedikit.
Hal itu menurutnya, harus dimaksimalkan masyarakat dengan tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan, “ kita lihat masih banyak yang enggan memakai masker, apalagi saat berada di keramaian, di pasar dan berbagai tempat lain, “ sebut Noveri Edios prihatin.
Menyikapi hal itu, menurut Suharman, pihaknya mengimbau masyarakat dan aparat terkait untuk memperketat pengawasan, dengan mengingatkan masyarakat untuk selalu mentaati prokes, “ ini kunci penting dalam memutus rantai penyebran virus corona itu,” ujarnya.
Hal serupa disebutkan Gema Syahputra, yang berharap dengan potensi penyebaran covid-19 yang masih relative tinggi, apalagi jika masyarakat mengabaikan prokes, seluruh elemen yang ada harus saling mengingatkan, “ keselamatan bersama adalah kunci penting, “sebutnya.
HARMEN
