FKS Sijunjung Apresiasi Upaya Bukittinggi Capai Prediket Kota Sehat

Bukittinggi, KABA12.com — Forum Kota Sehat (FKS) Kabupaten Sijunjung, mengapresiasi upaya dan kerja keras FKS Bukittinggi dalam menyelenggarakan dan meraih prestasi Kota Sehat. Hal itu disampaikan dalam kunjungannya ke disappear FKS Bukittinggi, Senin (30/11).

Ketua FKS Sijunjung, Fajar Seftrian, menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Bukittinggi dalam rangka saling sharing informasi antara FKS se Sumatra Barat, salah satunya antara Sijunjung dan Bukittinggi. Karena sebelumnya pada 2017, pernah terbentuk asosiasi FKS se Sumbar, namun belum optimal.

“Ini yang kita jemput dan jajaki kembali, agar seluruh kabupaten kota saat itu, lebih fokus menyuarakan penyelenggaraan kota sehat terhadap pemda dan menyelenggarakan kota sehat ke tingkat masyarakat. Sehingga tujuan dari penyelenggaraan dan budaya hidup bersih dan sehat itu, terwujud di tengah masyarakat. Dampaknya, tentu Gubernur dapat lebih perhatian kepada kota sehat di masa yang akan datang,” ujar Fajar yang merupakan salah seorang penggagas lahirnya asosiasi FKS se Sumatra Barat itu.

Lebih lanjut, Ketua FKS Sijunjung, sangat mengapresiasi Bukittinggi yang dalam waktu singkat dapat meraih hasil maksimal dalam rangka menyelenggarakan kota sehat.

“Ini yang kita sharing informasi juga, bagaimana menghadapi verifikasi tahun 2021, karena Bukittinggi bisa jadi salah satu rujukan kita di Sumbar,” ungkapnya.

Ketua FKS Bukittinggi, Hasnil Syarkawi, menyambut baik kedatangan FKS Sijunjung ke Bukittinggi. Kota Bukittinggi menyelenggarakan Kota Sehat mulai dari 2014.

“Alhamdulillah dalam waktu singkat, secara bertahap kita berhasil memperoleh hasil maksimal, mulai dari tingkat Swastisaba Padapa, naik ke tingkat Swastisaba Wiwerda dan tahun 2019 Bukittinggi berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan Kota Sehat, Swastisaba Wistara,” ungkapnya, didampingi pengurus FKS Bukittinggi lainnya.

Hasnil Syarkawi mengakui, keberhasilan itu tidak lepas dari perhatian pemerintah kota dan dukungan penuh masyarakat Bukittinggi.

“Intinya, bagaimana penyelenggaraan kota sehat, jangan sampai ceremonial saja, tapi tujuan utamanya, bagaimana merubah kebiasaan masyatakat, sehingga mereka menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai sebuah kebutuhan dan budaya,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares