Dinas Kehutanan Sumbar Gelar Sekolah Lapang Budidaya Lebah Galo-Galo di Padang Pariaman

Pakandangan, KABA12 — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kehutanan menggelar sekolah lapang budidaya lebah madu galo-galo di Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (15/3).

Kegiatan yang dipusatkan di Farm KTH Korong Ringan-ringan, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung ini digelar selama tiga hari Rabu – Jum’at (15-17/3).

Sekolah lapang atau peningkatan kapasitas dengan sub kegiatan yakni perbanyakan koloni lebah galo-galo itu diikuti sebanyak 50 peserta dari perwakilan 10 unit Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) yang ada di Sumbar.

Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Yozarwardi mengatakan, sekolah lapang digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas serta kemampuan pengelola dan anggota kelompok perhutanan sosial dan kelompok tani hutan dalam budidaya lebah madu galo-galo pola perbanyakan koloni dan pemanfaatan komoditi lebah madu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta dalam teori budidaya lebah madu melalui pola perbanyakan koloni melalui praktek langsung, serta memberikan pengetahuan tentang mengelola produk selain madu seperti pollen, royal jelly, propolis, kain kasa, dan produk lainnya,” katanya.

Diharapkan, sekolah lapang tersebut dapat menjadi tempat belajar tentang teori dan ilmu teknis tentang breeding perlebahan yang efektif bagi kelompok, sehingga pengelolaan sumberdaya hutan dapat dilakukan secara baik dan berkelanjutan yang memberikan peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Kami berharap ilmu yang dapat oleh peserta dalam sekolah lapang ini bisa dipraktekkan di wilayahnya masing-masing, terutama dalam proses perbanyakan koloni sehingga dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompok,” jelasnya.

Sekolah lapang ini juga menghadirkan pemateri dari pakar dan akademisi yang berkompeten di bidang perlebahan, yaitu Prof Siti Salmah, Dr Jasmi, Dr Henny Herwina, dan Rusdimansyah.

(Bryan)

0Shares