Lubukbasung,kaba12 — Curah hujan yang makin tinggi beberapa waktu belakangan, mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kabupaten Agam. Bahkan, di beberapa wilayah beberapa kejadian mulai memicu kerusakan beberapa sarana, bahkan mengancam warga secara langsung.
Wilayah Kabupaten Agam yang dikenal rentan dampak banjir dan tanah longsor, termasuk angin kencang, membuat jajaran BPBD Agam mulai siaga penuh, termasuk mendorong para personil Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari untuk bersiap dan membekali diri untuk siap saat terjun ke lapangan membantu penanganan dampak bencana.
Bahkan, secara khusus BPBD Agam sudah meningkatkan koordinasi dengan beberapa OPD terkait dalam penanganan kebencanaan termasuk dengan jajaran TNI-Polri, untuk memaksimalkan singer menghadapi dampak kebencanaan yang berpotensi terjadi di wilayah kabupaten Agam.

Hal itu disebutkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam menjawab kaba12, menyusul mulai meningkatkan potensi kebencaan menyusul tingginya curah hujan beberapa waktu belakangan.
Dijelaskan, mayoritas wilayah kabupaten Agam, bahkan dari 16 kecamatan tercatat sebanyak 13 kecamatan yang saat ini menjadi fokus pemantauan karena tingginya potensi kebencanaan menyusul tingginya curah hujan saat ini.

Untuk memaksimalkan kesiapan, ulas Bambang Warsito,pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur terkait, khususnya di jajaran Pemkab.Agam termasuk dengan camat dan para walinagari yang dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, “ kita berupaya sejak dini mendeteksi potensi kebencanaan, termasuk berupaya mengurangi risiko bencana ,”jelas Kepala BPBD Agam itu lagi.
Bahkan disebutkan, saat ini pihaknya bersama tim BPBD Agam tengah roadshow ke berbagai nagari, mendorong peran aktif KSB di seluruh nagari yang sudah terbentuk, agar bersiaga menyikapi potensi kebencanaan yang setiap saat bisa terjadi.
-HARMEN-
