Lubukbasung, kaba12.com — Bupati Agam Dr.H.Indra Catri ajukan rancangan peraturan daerah (ranperda) pembentukan 10 nagari defenitif DPRD Agam, mengingat 10 nagari yang termasuk dalam kategori nagari persiapan sudah dinyatakan siap menjadi nagari mandiri.
Hal itu berdasarkan evaluasi tim pengkajian dari 23 nagari persiapan, 10 diantaranya yang berasal dari 7 nagari induk di Kabupaten Agam, sudah layak ditingkatkan statusnya menjadi nagari definitif.
Dalam nota penjelasan yang disampaikan Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri dalam sidang paripurna DPRD Agam, Senin,(20/7), dijelaskan, 10 nagari persiapan yang sudah dinyatakan siap menjadi nagari mandiri itu, masing-masing Nagari Salareh Aia Timur, Salareh Aia Barat dan Salareh Aia Utara pemekaran dari Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Kemudian Kamang Tangah Anam Suku dan Pauh Kamang Mudiak dari Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Durian Kapeh Darussalam dari Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Selanjutnya Nagari Persiapan Sungai Cubadak dari Nagari Tabek Panjang, Nagari Persiapan Koto Gadang dari Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso. Dalko dari Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya dan Nan Limo dari Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah.
Sesuai mekanisme yang ditetapkan, hasil kajian tim menyatakan nagari persiapan layak menjadi nagari definitif, bupati menyusun Ranperda pembentukan nagari, sesuai Permendagri Nomor 1 tahun 2017 tentang penataan desa, “ besar harapan masyarakat di nagari persiapan untuk segera memiliki pemerintahan definitive, “ sebut Indra Catri.
Sidang paripurna penyampaian nota penjelasan ranperda tentang pendefenitifan 10 nagari persiapan itu, dipimpin ketua DPRD Agam Novi Irwan, didampingi beberapa unsur pimpinan dewan bersama para anggota dan para kepala OPD Pemkab.Agam baik dihadiri secara langsung maupun melalui daring.
HARMEN
