Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima Kunjungan Kerja Walikota Bengkulu Helmi Hasan beserta 25 orang rombongan.
Rombongan disambut secara resmi di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi, Kamis (24/10).
Inovasi Sekolah Keluarga di Bukittinggi menarik perhatian Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Inovasi Sekolah Keluarga dirasa singkron dengan visi dan misi Kota Bengkulu, untuk menjadikan masyarakatnya Berdaya dan Bahagia. Selain itu Kota Bengkulu juga menandatangani Mou dengan Kota Bukittinggi dalam rangka kerjasama mewujudkan masyarakat yang Religius dan Bahagia.
Ruang lingkup MoU antara lain peningkatan koordinasi dan komunikasi, sinergi program memakmurkan rumah ibadah, peningkatan kerjasama dibidang sosial, budaya dan pariwisata, penyediaan data dan informasi program unggulan daerah, peningkatan kerjasama bidang pangan dan pertanian serta bidang-bidang lainnya yang disepakati bersama sesuai kebutuhan.
Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan keinginannya yang cukup lama ingin berkunjung dan bersilaturahmi dengan Walikota Bukittinggi. Apalagi sudah mendengar sepak terjang Walikota dalam merubah wajah Bukittinggi. Ia ingin pula mengadaptasi konsep bagaimana membangun Kota Bukittinggi.
“Kami berharap dari kunjungan kerja ke Bukittinggi ada inovasi yang bisa diterapkan di Bengkulu. Dengan MoU tersebut, kita bersama melakukan penguatan agar masyarakat bahagia tidak saja lewat pembangunan fisik tapi juga lewat agama menuju Kota Religius dan Bahagia,” ungkapnya.
Salah satu caranya dengan menggerakkan setiap umat beragama kembali ke tempat ibadah, tidak saja umat Islam. Bagaimana membuat tempat ibadah menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua umur. Walikota Bengkulu Helmi Hasan merasa perlu pula menerapkan inovasi Sekolah Keluarga untuk memperkuat visi dan misi kota dengan 67 Kelurahan tersebut.
Sementara, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, sangat bangga dikunjungi Walikota Bengkulu beserta rombongan. Apalagi cukup banyak orang Minangkabau yang tinggal di Bengkulu. Bukittinggi pun berupaya mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera. Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat lewat banyak program unggulan. Serta berupaya memberikan pelayanan prima menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Walaupun Bukittinggi hanya memiliki luas 25 km2, tapi andalan utama Bukittinggi adalah Pariwisata dengan pendapatan asli daerah mencapai Rp 160 milyar lebih. Namun tentu saja status Bukittinggi sebagai kota wisata akan membawa dampak negatif, ditambah lagi dengan perkembangan zaman yang pesat. Maka Sekolah Keluarga menjadi salah satu inovasi untuk mengatasi dampak itu. Dengan Sekolah Keluarga, Pemko Bukittinggi berharap masyarakat Bukittinggi menjadi masyarakat sejahtera, aman dan bahagia,” ujar Wako.
(Ophik)
