Bukittinggi, KABA12.com — BPBD Bukittinggi gelar latihan gabungan simulasi tanggap darurat bencana yang dibuka Wakil Walikota Bukittinggi di lapangan Wirabraja Bukittinggi, Kamis (19/04).
Kepala Pelaksana BPBD Bukittinggi, Musmulyadi menjelaskan, latihan ini merupakan upaya BPBD dalam melakukan pelayanan masyarakat dibidang penyelenggaraan penanggulangan bencana. Khususnya, pada tahap pencegahan dan kesiapsiagaan yang sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dalam hal mengurangi dampak luas dan resiko bencana.
“Latihan gabungan ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup, manajemen posko tanggap darurat, kajian cepat dan tepat tentang data kebencanaan, manajemen pendistribusian logistik pada saat tanggap darurat, latihan pertolongan pertama gawat darurat, latihan penyelamatan korban bencana di gedung bertingkat serta penyelamatan pengungsi dan pendirian tenda,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi menyampaikan, Kota Bukittinggi terletak pada patahan semangka dan patahan sianok yang artinya bencana bisa terjadi secara tiba – tiba. Untuk itu perlu kewaspadaan seluruh warga agar dapat terhindar dari kerugian nyawa dan materil.
“Bencana bisa terjadi secara tiba – tiba, artinya bila terjadi bencana tentu akan membuat panik dan sering membuat orang berbuat tidak rasional. Agar relawan profesional dalam menjalankan tugas ketika menghadapi tanggap darurat bencana untuk itu kepada peserta pelatihan agar benar – benar serius dalam menerima materi yang disampaikan oleh pelatih nantinya,” ujar Irwandi.
BPBD dan tim, lanjutnya harus memiliki melakukan langkah antisipatif dan korektif. Bagaimana antara satu kesatuan sehingga koordinasi yang dikendalikan oleh BPBD Bukittinggi itu, efektif dalam setiap penanganan bencana yang ada di kota Bukittinggi.
Atas nama pemerintah daerah, Irwandi juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh relawan yang ada di Kota Bukittinggi yang selalu membantu apabila terjadinya bencana.
“Kami berharap agar pelatihan ini dapat meningkatkan peran serta relawan dan meningkatkan kapasitas relawan bencana, serta meningkatkan daya kerja relawan bencana sehingga menghasilkan relawan yang tangkas dan tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.
Latihan ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Dari dinas terkait penanggulangan bencana seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Damkar, Satpol PP. Kemudian dari organisasi kemasyarakatan terdiri dari PMI, Tagana, KBLK Kelurahan, Kampung Siaga Bencana dan FKPPI Kota Bukittinggi serta dari personil TNI Kodim 0304 Agam dan personil Polri Polresta Bukittinggi.
Sebagai nara sumber pada pelatihan ini menurut Musmulyadi adalah dari BPBD Sumbar, BPBD Bukittinggi, dari Dinas Kebakaran dan PMI Kota Bukittinggi serta dari unsur TNI 0304 Agam.
(Ophik)
