Maninjau, KABA12.com — Tokoh masyarakat dan niniak mamak Nagari Bayua yang juga mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr. H. Bachtiar Chamsyah, SE. Dt. Marajo Nan Sati, memberi perhatian khusus pada prosesi adat pengukuhan 16 pangulu yang dilewakan dalam Baralek Basamo Batagak Penghulu di area Masjid Raya Bayua, Sabtu (08/04).
Dalam acara malewakan 16 pangulu dari enam suku yakni, suku Pili, suku Caniago, suku Tanjung, suku Guci, suku Koto, dan suku Melayu.
“Menjadi Pangulu disuatu kaum itu tidak mudah, pangulu punya tugas dan amanah besar untuk kemajuan dan perkembangan nagari,” ujar Bachtiar Chamsyah saat diwawancarai setelah prosesi adat.
Ia mengatakan, dalam adat Minangkabau, pangulu menjadi panutan dan harus bisa menjaga kaumnya serta anak kemenakannya.
“Panghulu harus bisa menjaga agama di nagari ini, bersikap adil, harus bisa menciptakan persatuan, memperkuat tali silaturrahmi dan harus bisa mencarikan solusi ketika terjadi masalah disuatu kaum,” ujarnya.
Prosesi malewakan gala 16 pangulu nagari Bayua, Tanjuang Raya yang digelar spesifik di kompleks mesjid Raya Bayua, menjadi moment tersendiri bagi masyarakat, apalagi dengan beragam sajian seni tradisi melibatkan berbagai elemen masyarakat membuat suasana acara makin meriah.
(Ardi/Virgo)
