Kaba Terkini

Antisipasi Dampak Risiko Bencana, BPBD Agam Gelar Simulasi Letusan Gunung Marapi

Canduang, kaba12.com — BPBD Agam bekerjasama dengan berbagai unsur terkait termasuk tim BVMBG dan masyarakat, gelar simulasi antisipasi dampak letusan Gunung Marapi, di Balairung Nagari Lasi, kecamatan Canduang, Kamis, (22/12).

Simulasi antisipasi dampak bencana letusan Gunung Marapi yang melingkup wilayah kecamatan Canduang, IV Angkek, Banuhampu dan Sungaipua itu dibuka Bupati Agam Dr. Andri Warman.

Menurut Bupati Agam, Andri Warman, yang mempimpin apel simulasi penanggulangan bencana letusan Gunung Marapi, memberi apresiasi BPBD Agam yang menggelar simulasi bersama para relawan dan masyarakat di wilayah terdekat dengan kawasan Gunung Marapi.

Disebutkan, simulasi sebagai bentuk kesiapsiagaan dini yang bertujuan untuk mengurangi risiko bencana itu sangat bermanfaat dalam memberi pemamahan dan pengetahuan pada para relawan jika terjadi bencana.

Hal itu sangat penting dilakukan, ulas Bupati mengingat wilayah Kabupaten Agam yang dikenal sebagai kawasan yang luas dengan potensi kebencanaan yang cukup tinggi termasuk letusan gunung Marapi.

” Kita berharap dengan simulasi yang digelar, bisa menekan dampak risiko bencana, karena para relawan dan masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan jika musibah terjadi. Kesiapsiagaan dini sangat penting, ” tegas Andri Warman.

Bupati Agam itu berharap, simulasi yang digelar bisa diikuti secara maksimal oleh seluruh peserta, sehingga bisa dijelaskan pada masyarakat tentang upaya dan langkah bersama yang harus dilakukan jika musibah terjadi.

” Kenali ancaman dan risiko bencana, serta memikirkan cara evakuasi yang benar,” ulasnya.

Selain itu, pola evakuasi secara terencana dan terorganisir, sesuai protap yang ada, agar korban jiwa bisa terhindar dan kerugian bisa diminimalisir.

Sementara menurut Bambang Warsito, kepala BPBD Agam, simulasi penanganan dampak letusan Gunung Marapi itu dilakukan sebagai salah saru upaya antisipasi dini dalam membangun kesiapsiagaan dini dari seluruh unsur dalam masyarakat dalam upaya pengurang risiko bencana.

Dijelaskan, simulasi penanganan dampak letusan Gunung Marapi itu digelar sehari penuh, melibatkan unsur relawan KSB, pemerintah nagari, unsur pemuda, BVMBG dan kalangan Pers yang dirunut sesuai skenario yang sudah disusun bersama untuk mensimulasikan langkah -langkah yang harus dialukan jika musibah letusan Gunung Marapi tersebut.

” Kita berharap tidak ada musibah, namun hal itu kuasa Allah. Kita dituntut untuk selalu waspada dan siaga, dengan langkah -langkah penanganan yang sesuai protap kebencanaan yang digariskan,untuk menekan dampak dan risiko kebencanaan lainnya, ” ulas Bambang Warsito.

HARMEN

To Top