Lubukbasung,kaba12 — Setelah dihantam banjir dan longsor susulan, akses jalan dari Lubukbasung-Maninjau-Matur yang sebelumnya kembali ditutup, Minggu, (7/12) pagi, akses jalan sudah kembali bisa dilewati pengguna jalan, khususnya untuk sepeda motor dan roda empat.

Titik-titik yang terdampak banjir, terutama ruas jalan di Koto Malintang-Koto Kaciak-Bayua-sampai ke Pasar Maninjau, material banjir sudah dibersihkan petugas, namun pengguna jalan diminta hati-hati, pasalnya ruas jalan yang terdampak sangat licin dan masih banyak material batu dan lumpur di sepanjang jalan.
Demikian juga, jalur kelok 44, dampak longsor susulan akibat hujan lebat yang terjadi Sabtu, (6/12) sore kemarin, sudah berhasil dibenahi petugas di lapangan, sehingga sudah bisa dilakukan, namun harus tetap ekstra hat-hati karena jalur jalan yang mengalami penyempitan akibat terdampak longsor, licin dan banyak material yang berserakan.
Akses Matur-Sungai Landia, diinformasikan juga sudah bisa dilalui, setelah petugas melakukan pembersihan di dua lokasi titik longsor di ruas jalan propinsi tersebut, termasuk di jembatan darurat yang dibangun secara gotong royong melibatkan masyarakat, bersama tim gabungan, sudah dibenahi, walau Sabtu kemarin, ada kendaraan yang tergelincir akibat jalan licin akibat lumpur.

“ Alhamdulillah,sesuai laporan camat di lapangan, akses jalan Lubukbasung-Maninjau-Matur sampai ke IV Koto sudah bisa kembali dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Namun pengguna jalan diminta tetap waspada dan hati-hati karena kondisi jalan yang rawan, licin dan banyak material terdampak longsor dan banjir, “sebut Bambang Warsito, Kepala Badang Kesbangpol Agam, yang dikonfrimasi kaba12.
Informasi yang diperoleh kaba12, dampak curah hujan yang tinggi di wilayah Tanjung Raya, Matur, IV Koto dan Lubukbasung, Ampek Nagari,Palembayan dan beberapa kecamatan lain, kembali memicu banjir bandang dan tanah longsor, setelah sepekan terakhir cuaca mulai panas, pasca hujan lebat di pekan terakhir November yang memicu dampak luar biasa di 13 kecamatan kabupaten Agam, bahkan banyak menelan korban jiwa.
(HARMEN)
