2019 BPR Jam Gadang Raih Laba Rp 703 Juta

Bukittinggi, KABA12.com — PT. BPR Jam Gadang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan RUPS Luar Biasa di Hotel Rocky, Selasa (18/02). RUPS tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi dan dihadiri seluruh pemegang saham.

Komisaris Utama PT. BPR Jam Gadang, Rismal Hadi, menjelaskan, RUPS tahun 2020 ini, dilaksanakan untuk menbahas dua agenda penting. Pertama, RUPS tahunan atau tutup buku tahun 2019 dan kedua, RUPS Luar biasa terkait konfersi BPR Jam Gadang menjadi BPR Jam Gadang Syariah.

Uskavinov, Komisaris BPR Jam Gadang, memaparkan, setelah menjadi BUMD pada tahun 2017, PT. BPR Jam Gadang menunjukkan perkambangan yang pesat. Dimana total aset yang telah dicapai sebesar Rp 39 milyar lebih atau sebesar 105%.

“Realisasi kredit Rp 25 milyar lebih, dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun Rp 31 milyar lebih. Sehingga laba yang diperoleh sebelum pajak berjumlah Rp 703 juta lebih,” jelasnya.

Dirut PT. BPR Jam Gadang, Feri Irawan, menjelaskan, dilihat dari perkembangan PT. BPR Jam Gadang, terdapat peningkatan laba sebelum pajak dari tahun 2019 sebesar Rp 703 juta lebih, meningkat sebesar Rp 197 juta lebih dari tahun 2018 lalu.

“Selama dua tahun terakhir, dengan perkembangannya, BPR Jam Gadang berhasil meraih sejumlah penghargaan. Dalam 2019 saja, PT. BPR Jam Gadang mendapat penghargaan untuk kedua kalinya dari majalah THEFINANCE dengan prediket bintang lima sebagai BPR yang tumbuh pesat selama tiga tahun berturut-turut. Selain itu, PT. BPR Jam Gadang mendapat penghargaan pertama dari Info Bank dengan prediket sangat bagus, atas kinerja selama 2018,” ungkapnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, selaku pemegang saham pengendali, mengapresiasi perkembangan PT. BPR Jam Gadang. BPR Jam Gadang saat ini berada dalam kondisi sehat., karena hasil kinerja melebihi target yang ditetapkan.

“BPR dulunya didirikan untuk membantu masyarakat agar tidak terjerat dengan rentenir. Ini dibuktikan cukup berhasil, bahkan BPR Jam Gadang kini menjadi BPR terbaik kedua se Indonesia. Namun, tidak kita pungkiri, masih ada masyarakat yang belum bergabung, untuk itu butuh sosialisasi lebih,” ungkap Ramlan.

Wako juga berharap, deviden untuk KAN dapat terus dikeluarkan, namun tetap tidak boleh melanggar aturan. Selain itu, Wali Kota Ramlan, juga berharap BPR Jam Gadang mulai membuat program CSR untuk dapat membantu berbagai kegiatan masyarakat. Pada tahun 2021 mendatang, Pemko Bukittinggi juga akan menambahkan modal sebesar Rp 3 milyar pada tahun 2021 mendatang.

Selain itu, dalam RUPS LB, juga membahas konfersi BPR Jam Gadang convensional menjadi BPR syariah, perubahan logo dan juga penghapusan inventaris.

(Ophik)

0Shares