Koto Kaciak, KABA12 — Tim penilai Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Provinsi Sumatera Barat mengunjungi Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam dalam rangka penilaian lomba BUMNag berprestasi tingkat provinsi, Senin (3/6).
Kedatangan rombongan tim penilai yang diketuai Mirza Iswandi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumatera Barat disambut oleh Kepala DPMN Agam Handria Asmi, Walinagari Koto Kaciak Syawaldi, Direktur BUMNag Koto Kaciak Metrizon, Sekcam Tanjung Raya Arfinus di aula MDA Languang Koto Kaciak.
Kepala DPMN Agam, Handria Asmi dalam sambutannya mengapresiasi BUMNag Lubuak Bakilek Malam Nagari Koto Kaciak yang sudah masuk nominasi 6 besar dan mewakili Kabupaten Agam dalam penilaian lomba BUMNag tingkat provinsi Sumatera Barat tahun 2024.
“Kami dari Pemkab Agam sangat bangga dan mengapresiasi BUMNag Lubuak Bakilek Malam yang sudah masuk nominasi 6 besar penilaian lomba tingkat provinsi. Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan bagi Nagari Koto Kaciak dan Kabupaten Agam karena bisa mengikuti lomba BUMNag di tingkat Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa BUMNag Koto Kaciak telah mendapat keuntungan sejak tahun 2023 dari usaha yang dijalani di bidang pengelolaan air bersih dan kios pertanian.
“Kami berharap BUMNag Lubuak Bakilek Malam mendapat nilai terbaik, sehingga menjadi juara pada lomba BUMNag tingkat provinsi,” kata Handria.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba BUMNag Sumatera Barat, Mirza Iswandi mengucapkan selamat kepada BUMNag Lubuak Bakilek Malam Nagari Koto Kaciak yang masuk nominasi 6 besar setelah sebelumnya lulus seleksi administrasi.
Ia menyebut, tim penilai lomba BUMNag berasal dari berbagai instansi diantaranya DPMD Sumbar, Dinas Perindag Sumbar, Bank Nagari, hingga Konsultan Pemberdayaan Masyarakat.

Menurutnya, tujuan utama pendirian BUMNag adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, mengoptimalkan usaha desa, mengembangkan kerjasama antar desa atau pihak ketiga, menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, dan pendapatan asli desa.
Sementara penilaian lomba BUMNag berprestasi bermaksud mewujudkan nagari yang kuat dan tangguh serta mandiri dalam ekonomi, politik, sosial, dan budaya melalui penguatan BUMNag.
“Tujuannya adalah untuk memberikan pembinaan, motifasi, dan reward bagi pengurus pengelola BUMNag di Sumatera Barat,” sebutnya.
Adapun indikator penilaian lomba BUMNag berprestasi adalah dokumen BUMNag itu sendiri, kelembagaan, struktur organisasi, unit usaha, administrasi pelaporan dan pertanggungjawaban, pernyataan modal dan aset, dampak terhadap masyarakat, dan mitra dari BUMNag.
“Kunjungan kami kesini juga sebagai bentuk pembinaan terhadap BUMNag terkait mana yang perlu diperbaiki, dan apa yang perlu dibenahi kedepannya,” jelasnya.
Direktur BUMNag Nagari Koto Kaciak, Metrizon dalam eksposnya menyampaikan bahwa BUMNag tersebut didirikan pada tanggal 15 September 2022 yang diberi nama BUMNag Lubuak Bakilek Malam. Nama tersebut diambil dari sebuah tempat di Nagari Koto Kaciak yang dulunya memiliki sebuah lubuak (lubuk-red) dan dijadikan tempat mandi bagi warga Koto Kaciak.
Namun pada tahun 2009, lubuak tersebut hilang akibat banjir bandang yang melanda Nagari Koto Kaciak saat itu, sehingga kini hanya meniyisakan sebuah nama dan kenangan.
“Maka dari itu kami di nagari telah sepakat memberikan nama Lubuak Bakilek Malam pada BUMNag Koto Kaciak,” ungkapnya.
Adapun unit usaha yang dikelola oleh BUMNAg Lubuak Bakilek Malam diantaranya pengelolaan air, kios peralatan pertanian, rencana pengembangan sektor pariwisata glamping ground, pembinaan budidaya lebah madu galo-galo, dan pengelolaan pustaka nagari.
“Nama BUMNag juga sudah terdaftar di Kemendes- PDTT, dan badan usaha telah terdaftar di Kemenkum HAM pada tahun 2023, termasuk NIB-nya juga sudah keluar dari Pemkab Agam,” katanya.
(Bryan)
