Bukittinggi,kaba12 — Prestasi membanggakan kembali hadir dari salah satu pelajar Kota Bukittinggi, Hurriya Rahima Adabi, siswi kelas XII SMAN 1 Bukittinggi. Ia berhasil lolos dan akan bersaing di tingkat nasional pada cabang lomba baca puisi dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).
Keberhasilan Hurriya tidak hanya menjadi kebanggan pihak SMAN 1 Bukittinggi, namun membawa kebanggan bagi Sumatera Barat karena kembali bersaing di tingkat nasional.
Kepala SMAN 1 Bukittinggi, Hernandar, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Hurriya. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan siswa pada bidang seni, dapat di asah melalui ruang belajar dan tak lepas dari dukungan pihak sekolah.
“Saya selaku kepala sekolah merasa bangga dengan pencapaian Hurriya yang berhasil berkompetensi hingga tingkat nasional. Kami akan mencari pelatih yang profesional sebagai salah satu upaya dalam mengasah kemampuan Hurriya, karena persaingan di tingkat nasional semakin ketat,” ujarnya.
Hernandar menambahkan, pihak sekolah akan terus mendukung dan berkomitmen untuk memberikan ruang bagi siswa yang memiliki bakat pada bidang lainnya, karena pendidikan tidak hanya terpaku pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan, adab dan pembentukan karakter siswa.
Pendamping lomba baca puisi, Fivil Pri Khoira, menyampaikan, persiapan Hurriya tidak hanya terpaku pada membaca teks puisi, tetapi juga kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi lomba. Selain itu, Hurriya juga dilatih oleh Dr. Sulaiman Juned, seorang seniman juga akademisi yang membantu Hurriya untuk melatihnya bagaimana cara memahami puisi, mengatur teknik pernapasan, olah tubuh, vokal, hingga olah rasa.
“Pada persiapan lomba, Hurriya tetap tidak bisa terlepas dari kewajibannya sebagai pelajar. Sebagai siswi kelas XII, ia harus mempersiapkan diri menghadapi pendidikan dan seleksi masuk perguruan tinggi. Hanya saja di sini, ia mengalami kendala dalam membagi waktu,” ungkap Fivil.
Hurriya mengungkapkan, bahwa perlombaan ini menjadi salah satu peluang bagi dirinya untuk terus mendalami ketertarikan pada puisi. Sebab dirinya sudah menyukai puisi sejak duduk di bangku sekolah dasar, hingga tingkat SMA ia fokus melatih diri dan berkompetensi di cabang lomba puisi.
Hurriya menambahkan, sebelum berlatih dengan Sulaiman Juned, ia juga sempat berlatih dengan Fatur, namun selama melakukan pelatihan bersama Sulaiman Juned, ia mendapatkan berbagai pengalaman baru serta pemahaman yang lebih dalam mengenai metode analisis puisi hingga penerapannya melalui ekspresi tubuh dan rasa.
“Selama berlatih saya merasa sangat terkesan, karena cara berlatihnya asyik dan menarik. Saya berharap mampu memberikan penampilan yang terbaik di panggung nasional serta capaian prestasi di bidang puisi dapat menjadi bekal untuk masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP,” ungkapnya.
Prestasi yang kini diraih Hurriya menunjukkan bahwa puisi tidak hanya sekedar aktivitas membaca teks sastra, namun puisi bisa menjadi ruang untuk mengembangkan kepekaan, keberanian, kemampuan berpikir, olah rasa hingga membangun karakter generasi muda.
(Ophik)
