Bukittinggi, KABA12.com — Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengapresiasi langkah Pemko Bukittinggi yang berencana untuk melakukan pelonggaran PSBB.
Dari laporan Walikota, Bukittinggi berkeinginan keluar dari PSBB dan Pemprov Sumbar membolehkan itu, karena sesuai dengan rencana Sumbar bersiap mengikuti arahan pusat jika menerapkan skenario normal.
Hal itu, disampaikan Wagub Nasrul Abit saat melakukan Kunjungan Kerja ke Bukittinggi disambut Walikota Bukittinggi, Rabu (27/05) di Ruang Kerja Walikota Bukittinggi, didampingi Wakil Walikota Bukittinggi, Sekda dan Kepala SKPD terkait.
Nasrul Abit melanjutkan, Wali Kota Bukittinggi adalah Walikota pertama yang meminta pelonggaran setelah PSBB di Bukittinggi. Dengan pertimbangan kondisi Covid sudah mulai tidak melanda di Bukittinggi.
Pertimbangan lainnya untuk menyelamatkan kondisi ekonomi masyarakat di Bukittinggi agar tidak bertambah hancur dan menghindarkan dampak sosial termasuk 2 daerah lain Padang Panjang dan Pesisir Selatan.
Wagub melihat, Kota Bukittinggi sudah memiliki kajian untuk keluar dari kondisi PSBB, tentu tetap melaksanakan protokol penanganan Covid-19. Jika nanti ada bantuan keamanan dari pusat, dapat dimanfaatkan untuk mengamankan daerah. Karena itu, mulai tanggal 1 Juni Objek Wisata akan dibuka kembali, pasar mulai dibuka, bulan Juli sekolah akan dibuka secara bertahap.
“Setelah ada kajian yang lengkap, provinsi akan mempertimbangkan namun sangat tergantung dari Kabupaten dan Kota masing-masing. Jika daerah siap, provinsi tidak masalah. Soal penanggulangan dari sisi kesehatan, kita tanggulangi bersama-sama, provinsi tidak akan lepas tangan,” ujar Nasrul Abit.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan, kondisi Bukittinggi terkini telah dilaporkan kepada Gubernur. Kondisi Covid-19 di Bukittinggi dinilai sudah bisa dikendalikan.
“Walaupun keluar dari PSBB namun standar Covid tetap dilaksanakan. Kuncinya masyarakat harus mau dan patuh memakai masker dan yakin keluar masuk rumah dengan sehat sesuai standar kesehatan. Bukittinggi akan mengadopsi aturan dari Menteri Kesehatan untuk mempersiapkan pelonggaran setelah PSBB ini. Ada peluang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat kembali beraktifitas. Tentu dengan kajian dan persiapan yang matang. Termasuk membuka kembali sekolah, dengan persiapan dan perubahan terkait jam pembelajaran,” ungkap Ramlan.
Walikota menegaskan bahwa pemko dan warga harus berani melangkah. Pihaknya tidak mungkin terpaku dengan kondisi covid-19 tanpa beraktifitas. Dampak sosial yang menuju negatif akan sangat besar nantinya. Bagi yang sakit dan tertular tetap akan diobati maksimal. Karena itu Pemko Bukittinggi memutuskan untuk mendorong masyarakat beraktifitas kembali dengan membuka pasar, objek wisata, tempat ibadah dan sekolah secara bertahap.
“Kita persiapkan dengan matang, pasar, objek wisata, masjid dan sekolah akan disiapkan tempat pencuci tangan,” ujarnya.
Namun demikian Wako tetap menegaskan masyarakat beraktifitas dengan standar protokol penanganan Covid-19. Harus memakai masker keluar rumah, rajin cuci tangan dan kalau tidak terlalu perlu keluar rumah jangan keluar rumah. Tetap protokol kesehatan diutamakan.
(Ophik)
