Lubukbasung, KABA12 — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Agam periode 2026-2029 resmi dilantik di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Kamis (13/8).
Pelantikan tersebut dilakukan Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navis. Kegiatan turut dihadiri Bupati Agam yang diwakili Asisten III Setdakab Agam Syatria, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Agam Roza Syafdefianti, Kasi Humas Polres Agam Kompol Yance Mardi, perwakilan OPD, pengurus PWI Sumbar, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, turut dilantik pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Agam periode 2026-2029.
Adapun susunan Pengurus PWI Agam periode 2026-2029 yakni Mursyidi sebagai Ketua, Yanto Dt Basa sebagai Sekretaris, Depitriadi sebagai Wakil Sekretaris, dan Yusrizal sebagai Bendahara.
Kemudian Romi Firmansyah dipercaya sebagai Ketua Bidang Pendidikan, Mariel Husni sebagai Ketua Bidang Organisasi, serta Rudi Yudistira sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Hukum.

Seksi Organisasi dijabat Suardi M dengan anggota Yerno Arsel. Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) diketuai Reska Delvira dengan anggota M. Fadillah. Seksi Sosial diketuai Desdiwati dengan anggota Bryan Adam. Sementara Seksi Pendidikan diketuai Syafruddin dengan anggota Irman Naim.
Ketua PWI Agam, Mursyidi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum bagi pengurus untuk menjalankan amanah organisasi serta meningkatkan kontribusi wartawan dalam memberikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
“Kami berharap dengan telah dilantiknya pengurus ini, kita dapat mengembangkan program lebih lanjut dan segera melaksanakan rapat kerja PWI,” ujarnya.
Menurutnya, PWI Agam ke depan akan terus berupaya menjalankan tugas secara baik serta membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dan mitra lainnya.
Ia menekankan pentingnya peran pers dalam mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Pers, katanya, merupakan salah satu pilar penting dalam demokrasi.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bagaimana pers dapat terus menjalin kemitraan yang baik dengan seluruh pihak,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navis, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia berharap kepercayaan yang diberikan anggota PWI dapat dijawab dengan kerja nyata dan dedikasi tinggi sehingga organisasi semakin kompak ke depan.

“Wartawan adalah bagian penting dari pilar keempat demokrasi. Karena itu, dalam menjalankan tugas, wartawan wajib berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers,” tegasnya.
Widya juga mendorong pengurus PWI Agam untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para wartawan agar mampu menyajikan informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Selain itu, wartawan diminta tetap menjaga independensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Menurutnya, pers yang sehat harus mampu menjadi penggerak dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sehingga berbagai potensi daerah, termasuk potensi lokal Agam, dapat semakin dikenal luas.
“Kepada pengurus PWI Agam yang baru dilantik, selamat bertugas. Semoga amanah dalam menjaga nama baik PWI ke depan,” ujarnya.
Asisten III Setdakab Agam, Syatria, menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Agam terhadap keberadaan PWI sebagai organisasi profesi wartawan.
Menurutnya, Pemkab Agam berharap PWI semakin kuat, solid, dan mampu menjadi rujukan bagi organisasi wartawan lainnya.
Ia juga mengapresiasi kebijakan PWI Agam yang mewajibkan anggotanya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia menyebut langkah tersebut penting untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi profesional, bukan hanya memiliki kartu pers.
“Kita berharap wartawan di Agam diakui kompetensinya dan tidak hanya memiliki kartu pers saja,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi serta keberanian, integritas, dan keberpihakan kepada kebenaran dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami melihat benang merahnya ada keberanian, integritas, dan berpihak kepada kebenaran. Kami berharap inilah yang dibawa PWI Agam ke depan,” ujarnya.
Mantan Kepala Disparpora Agam itu menyebut peran pers ke depan semakin strategis, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah, katanya, membutuhkan pers sebagai mitra sekaligus kontrol sosial yang konstruktif.
Selain itu, ia menitipkan tiga pesan kepada Ketua PWI Agam beserta jajaran pengurus yang baru dilantik.
Pertama, menjaga profesionalitas dengan selalu melakukan cek dan ricek serta menaati kode etik jurnalistik. Kedua, menjadi mitra pembangunan dengan memberikan kritik dan masukan yang konstruktif untuk membantu percepatan serta penyempurnaan pembangunan daerah, sekaligus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Ketiga, mari sama-sama kita lawan disinformasi dan mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam bermedia sosial. Ini menjadi kewajiban kita bersama,” katanya.
Syatria menegaskan bahwa Pemkab Agam membuka pintu seluas-luasnya bagi PWI dan insan pers untuk berdiskusi serta membangun sinergi.
“Mari sama-sama kita bergotong royong untuk Agam yang madani, maju, adil, dan sejahtera,” jelasnya.
(Bryan)
