KONI Pusat Harapkan Polemik Olahraga di Agam Cepat Selesai, Fokus Tingkatkan Prestasi Atlet

Padang, KABA12 — Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto berharap polemik yang terjadi dalam tubuh KONI Kabupaten Agam dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik. Menurutnya, seluruh pihak harus kembali fokus pada tujuan utama organisasi, yakni pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

Hal itu disampaikan kepada wartawan saat Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Agam yang digelar Hotel Axana Padang, Selasa (11/8).

Terkait adanya supervisi dalam pelaksanaan Musorkab, ia mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme tersebut dalam konteks AD/ART yang selama ini menjadi pedoman organisasi.

“Selama ini kita mengikuti AD/ART dan belum pernah dengar soal itu. Jadi ikuti saja AD/ART, karena kekuatan ketua itu berasal dari dukungan anggota. Forum tertinggi dalam organisasi adalah suara anggota,” ujarnya.

Ia menilai terdapat tahapan dalam pelaksanaan Musorkab yang sempat terlupakan. Menurutnya, apabila ada tahapan yang belum dilaksanakan, maka tahapan tersebut harus segera dilengkapi dan tidak ditinggalkan.

“Kalau tahapan Musorkab ada yang terlupakan, apakah KONI Sumbar bisa menghentikan atau menunda? Itu adalah kesalahan. Tahapan itu harus dilakukan. Mereka (KONI Sumbar) harus diajak rapat untuk membicarakan musyawarah,” katanya.

Eko menambahkan, apabila rapat kerja telah dilaksanakan namun dalam pelaksanaan musyawarah masih terdapat hal-hal yang belum jelas, maka dapat dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Forum tersebut dapat membahas Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), mekanisme maupun hal -hal teknis lainnya.

Ia berharap persoalan di KONI Agam dengan KONI Sumatera Barat dapat segera diselesaikan sehingga organisasi kembali berjalan sesuai aturan.

“Semangat kita sama untuk meningkatkan prestasi atlet di Sumatera Barat. Oleh karena itu, kami berharap permasalahan ini selesai semuanya, sudah on the track, dan kita jaga komunikasi serta koordinasi yang baik,” ujarnya.

Menurut Eko, sinergi antara KONI Pusat, KONI provinsi dan KONI kabupaten/kota sangat penting. Soliditas organisasi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet.

“Kalau organisasi baik, pasti bisa membina atlet dengan baik. Organisasi dulu yang kita benahi,” katanya.

Ia menyebut Sumatera Barat sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak atlet potensial dan berprestasi. Karena itu, potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, termasuk di tingkat kabupaten dan kota.

“Sumbar itu gudangnya atlet berprestasi. Kemarin atlet pencak silat atas nama Habil dari Agam sampai ke tingkat internasional. Saya ingin atlet yang lain bisa seperti itu. Dengan olahraga itulah daerah bisa dilihat oleh yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KONI Agam Edi Busti mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan KONI Pusat terkait pelaksanaan Musorkab. Ia menegaskan, secara substansi pihaknya telah berupaya mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Namun, terdapat sejumlah tahapan yang menurutnya belum diketahui oleh KONI Sumatera Barat, meskipun unsur yang dipersyaratkan telah dipenuhi.

“Sebetulnya kami sudah konsultasi dengan KONI Pusat. Intinya, dalam pelaksanaan Musorkab itu sesungguhnya kita sudah mengacu, tapi ada tahapan yang barangkali KONI provinsi belum tahu unsurnya. Unsur itu sudah terpenuhi,” kata Edi.

Ia menjelaskan, salah satu alasan pihaknya tidak melaksanakan tahapan tertentu sebelumnya adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Namun, setelah mengetahui KONI Sumatera Barat berencana melakukan supervisi, KONI Agam memilih mengakomodasi hal tersebut dengan melaksanakan rapat kerja.

“Ketika kami kaget KONI provinsi akan melakukan supervisi, cuma dalam AD/ART itu tidak diakui. Tapi dalam rangka mengakomodir, kita lakukan raker. Karena waktunya masih ada dan masa jabatan kami sampai 31 Agustus, kita perbaiki kesalahan dan kita lengkapi,” ujarnya.

Edi mengatakan, dalam rapat yang telah dilakukan diputuskan bahwa Musorkab KONI Agam tetap dilanjutkan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan eksistensi KONI Agam dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.

“Semalam sudah diputuskan bahwa Musorkab tetap kita lanjutkan agar eksistensi menghadapi Porprov full,” katanya.

Ia menegaskan, menurut pihaknya tidak terdapat korelasi yang mengharuskan pelaksanaan Musorkab dikaitkan dengan Porprov.

“Menurut kami tidak ada korelasi antara Musorkab dengan Porprov,” tegasnya.

Keputusan untuk melanjutkan proses Musorkab, lanjut Edi, juga dilandasi keinginan agar atlet-atlet Agam tidak dirugikan dalam menghadapi Porprov.

“Saya tidak mau merugikan atlet Agam, apalagi kita akan menghadapi Porprov,” katanya.

Edi juga menjelaskan alasan dirinya tidak memilih opsi perpanjangan masa kepengurusan. Menurutnya, selama masih tersedia waktu untuk melaksanakan Musorkab, forum tersebut lebih baik segera dilakukan.

“Kenapa saya menghindarkan perpanjangan karena rasa bertanggung jawabnya akan kurang. Kalau diambil pejabat sementara, tugasnya hanya melakukan Musorkab. Kenapa dengan waktu yang masih ada kita lakukan Musorkab. Itulah intinya,” ujarnya.

Mantan Sekda Agam itu menilai kehadiran narasumber dari KONI Pusat menjadi momentum penting untuk menyamakan pemahaman sekaligus membangun sinergi antara seluruh tingkatan organisasi KONI.

“Dengan adanya narasumber dari KONI Pusat kita bisa paham. Karena yang kita bangun itu sinergisitas, bukan perbedaan pendapat,” katanya.

Ia menegaskan, olahraga tidak boleh dijadikan arena kepentingan kelompok tertentu. Seluruh pihak harus mengedepankan semangat pembinaan dan prestasi atlet.

“Di dalam dunia olahraga tidak ada kepentingan kelompok tertentu. Ini adalah dunia olahraga dan kita menjunjung tinggi semangat,” ujarnya.

Edi juga memastikan KONI Agam tidak ingin gagal berpartisipasi dalam Porprov. Menurutnya, para atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga telah menunggu cukup lama untuk kembali mengikuti ajang tersebut.

“Kita tidak mau Agam zonk pada Porprov. Kita kasihan pelatih, atlet, pengcab yang sudah menunggu sejak 2018. Porprov sudah delapan tahun ditunggu,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mengedepankan kebersamaan dan menyelesaikan persoalan organisasi dengan kepala dingin.

“Mari sama-sama kita berlapang hati. Bagaimana kita mencintai dunia olahraga. Kalau kita mengurusi olahraga, harus selesai dengan diri sendiri,” ujarnya.

Edi memastikan KONI Agam akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak sekaligus melengkapi seluruh administrasi yang dibutuhkan.

“Kita tetap berkoordinasi dan semua administrasi kita penuhi. Responsibilitas dan tertib administrasi. Kekurangannya sudah kita penuhi,” katanya.

(Bryan)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   3   =