Tujuh ASN Kemenag Bukittinggi Ikut Seleksi Petugas Haji Provinsi

Bukittinggi, KABA12.com — Tujuh orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi berdasarkan surat pengumuman yang didapat dari Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat Nomor: B-272/Kw.03.4-b/Hj. 01/02/2020 terkait yang berhak mengikuti tes calon petugas haji tingkat Provinsi Sumatera Barat, Kamis 13 Februari 2020.

Ke tujuh orang ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang berhasil meraih nilai tertinggi pada ujian rekrutmen petugas haji tingkat Kab/Kota tahun 2020 beberapa waktu yang lalu tersebut yaitu untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kloter (Pembimbing Ibadah) H. Zulfikar, H. Ifdhal dan Bustamar (IAIN Bukittinggi), untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kloter (Ketua Kloter) H. Deden Muhammad Syukri, Amar Albar Antoni dan untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Tri Andriani Djusair dan Febriyondi.

Kasi Penyelenggara haji dan Umrah Kankemenag Kota Bukittinggi, Tri Andriani Djusair menyampaikan, berdasarkan surat Derektur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) perihal penyiapan calon PPIH Kloter dan Non Kloter (PPIH Arab Saudi) serta hasil pelaksanaan Tes Rekruitmen Calon Petugas Haji Tingkat Kab/Kota.

“Alhamdulillah dari Kemenag Kota Bukittinggi ada 7 orang yang meraih nilai tertinggi dan berhak mengikuti tes calon petugas haji tingkat Provinsi Sumatera Barat Tanggal 13 Februari 2020. Mudah-mudahan bisa meraih hasil yang terbaik,” tuturnya.

Sementara itu Kakan Kemenang Bukittinggi H. Abrar Munanda mengucapkan selamat dan mensuppor tujuh orang ASN di Lingkungan Kankemenag Kota Bukittinggi tersebut untuk berjuang pada tes tingkat provinsi.

“Mudah-mudahan pada tahapan terakhir tersebut tujuh orang ASN di lingkungan Kankemenag Kota Bukittinggi bisa meraih hasil yang terbaik dan lulus diamanahkan sebagai petugas haji tahun 2020 ini,” katanya.

Untuk tes seleksi tingkat provinsi tersebut peserta mengikuti tes dengan sistem Computer Asissted Test (CAT) menggunakan smartphone kemudian dilanjutkan dengan wawancara.

(Ophik)

0Shares